Manajemen Ignorant à la Tim Afiliasi Lazada Indonesia

Meski sudah bergabung dengan program afiliasi Lazada Indonesia selaku publisher semenjak Juni 2014 namun baru setelah akun Amazon terkena banned saya mulai mencoba menggarap secara serius. Bulan September 2014 lalu sebuah blog baru, fresh pun mulai dibangun dari nol dan untuk pertama kalinya pula saya menjerumuskan diri sebagai publisher dengan konten berbahasa Indonesia.

Tujuan utama dari blog tersebut adalah dalam rangka memahami dan menggali konsep seperti apa yang paling pas dalam memasarkan produk online bagi konsumen di Indonesia dalam posisi saya sebagai seorang publisher tentu saja. Sempat terpikir untuk bermain all-out dengan memanfaatkan paid traffic termasuk ads campaigns namun pada akhirnya saya putuskan untuk bermain pelan-pelan dulu karena pengalaman saya bekerja sama dengan pihak Lazada Indonesia memang sangat minim.

Bulan September 2014 adalah pertama kalinya saya mendapat pay-out dari Lazada sebagai hasil komisi penjualan terakumulasi selama beberapa bulan. Jumlahnya tidak seberapa namun cukup bagi saya untuk memiliki rasa percaya (trust) kepada pihak Lazada bahwa mereka benar-benar memenuhi kewajibannya terhadap publisher sebagai rekan. Karenanya saya semakin yakin untuk melanjutkan meski tetap dengan perlahan-lahan.

Payout Program Afiliasi Lazada

Payout Program Afiliasi Lazada

Bulan-bulan berikutnya pembayaran juga mengalir lancar ke rekening saya walau terkadang terjadi keterlambatan tanpa notifikasi maupun sikap menyesal dari pihak Lazada Indonesia.
Baru pada bulan November 2015 lalu tidak muncul invoice pada dashboard membuat saya penasaran.

Perlu diketahui bahwa beberapa waktu sebelumnya pihak Lazada mengubah periode pembayaran yang awalnya sebagai publisher saya sambut baik karena menjanjikan proses validasi yang lebih cepat dibanding sistem sebelumnya. Namun pada saat yang bersamaan perubahan ini membuat saya pribadi merasa bingung karena tidak tahu patokan rentang waktu transaksi yang akan divalidasi untuk pembayaran berikutnya. Jadi kalau sebelumnya saya selalu melakukan cek terhadap validasi transaksi sehingga bisa memperkirakan berapa pembayaran yang akan saya terima di akhir bulan nanti tidak demikian halnya setelah perubahan tersebut. Tingkat validasi yang disetujui/sah dari transaksi di Lazada sendiri menurut pengalaman saya rata-rata 43%.

Kala itu penjelasan dari tim afiliasi Lazada Indonesia di group FB adalah sebagai berikut:

…Untuk Bulan ini bulan Juni, publisher akan menerima pembayaran untuk invoice bulan Mei (total approve) dan bulan Juni (yang Approve saja).

Untuk Bulan Agustus, publisher akan menerima pembayaran untuk invoice bulan Juni (sisa yang bulan Juni belum di approve) dan bulan Juli (yang Approve saja).

dst

Jadi… kebijakannya adalah invoice akan di peroleh tiap 30 hari.

Jadi mengenai periode berdasar tanggal pasti tidak ada penjelasan resmi. Dari sisi saya sendiri waktu itu memang tidak pernah menanyakan. Alasan saya pertama karena saya percaya pada pihak tim afiliasi Lazada Indonesia dan yang kedua saya masih dalam proses memaksimalkan pendapatan sehingga ketimbang fokus pada hal tersebut lebih baik menggunakan energi untuk fokus pada membangun dan mengoptimalkan blog.

Bagaimanapun setelah tidak muncul invoice bulan November 2015 saya menyesal dengan keputusan tidak menanyakan detilnya jauh-jauh hari sebelumnya. Kala itu, saya tidak bisa melakukan cek transaksi mana saja yang harusnya sudah divalidasi untuk pembayaran akhir November kemarin karena ketidaktahuan tersebut. Patokan saya hanya invoice bulan Oktober dimana jelas ditulis merupakan invoice untuk periode transaksi 2015-09-01 – 2015-09-30. Jika berpatokan dari sana maka invoice November mestinya adalah untuk periode transaksi bulan Oktober 2015 namun faktanya kala itu mayoritas transaksi bulan dimaksud masih dalam status pending.

Useless Contact Support à la Tim Afiliasi Lazada Indonesia

Berangkat dari situlah saya mengirim e-mail ke affiliate manager ID untuk menanyakan perihal ketiadaan invoice:

Sampai hari ini saya cek di dashboard belum ada invoice terbaru.
Apa milik saya memang belum di-upload atau penjualan yang divalidasi memang di bawah batas minimum pembayaran? Lalu bagaimana dengan validasi penjualan karena berdasar data masih ada banyak transaksi bulan Oktober yang statusnya pending.

Email tersebut saya kirim pada tanggal 20 November 2015 dan baru tanggal 24 November mendapat jawaban yang tidak meng-cover semua pertanyaan saya yang notabene tidak panjang tersebut. Jawaban yang saya terima sebagai berikut:

Untuk validasi data transaksi memang sedikit memakan waktu karena banyak transaksi yang masuk kepada kami, sehingga jika transaksi bulan oktober maka selesai data validasi dan invoicenya kurang lebih akan selesai pada bulan desember.

Afiliasi Lazada Indonesia

Artinya jawaban di atas sama sekali tidak memberikan kejelasan mengenai ketiadaan invoice bulan November 2015 tersebut. Karena tidak puas dengan jawaban itu maka setelah membaca saya memberi balasan sebagai berikut:

Ok pertama-tama terima kasih sudah merespon. Namun pertanyaan saya belum semua terjawab.

Mengenai tidak ada invoice bulan ini apakah itu karena saya tdk memenuhi batas minimum pembayaran?

Sebenarnya payment bulan ini untuk periode transaksi kapan? Karena invoice sebelumnya (403) ditulis periode transaksi September, maka wajar asumsi saya bahwa harusnya transaksi Oktober sudah divalidasi supaya bisa terbit invoice bulan ini dan pembayaran pada akhirnya.

Afiliasi Lazada Indonesia

E-mail balasan yang saya kirim pada tanggal 25 November 2015 tersebut sampai tanggal 10 Desember 2015 belum juga direspon padahal biasanya tanggal 10 sudah muncul invoice baru. Untuk saya sendiri sampai tanggal 12 Desember ini belum ada invoice baru. Jadi terakhir saya terima bulan Oktober 2015 dan sudah berhenti tanpa penjelasan sekalipun ditanyakan.

Pada satu sisi saya cukup lama bisa menduga bahwa program afiliasi Lazada Indonesia ini semenjak awal diluncurkan kekurangan sumber daya termasuk SDM. Dalam banyak hal saya mencoba memahami itu. Mungkin pihak pengambil kebijakan kala itu berpikir “asal nyemplung dulu perbaiki sambil jalan”. Ada perbaikan disana-sini dari sisi sistem utamanya yang jelas saya rasakan. Walau demikian sikap ignorant masih meng-kultur pada budaya organisasi, entah secara umum atau hanya di departemen afiliasi saja.

Setidaknya mereka bisa men-setting auto-reply untuk e-mail yang masuk, lebih bagus lagi kalau disertakan maksimal dalam jangka waktu berapakah e-mail tersebut akan dibalas. Tapi bahkan untuk hal sepele demikian pun mereka pilih bersikap acuh.
Biarkan e-mail menumpuk, nanti kalau sempat baru jawab. Tidak perlu dibaca teliti dikira-kira saja pertanyaannya kemudian langsung jawab. Lebih kurang seperti itu filosofi tim afiliasi Lazada Indonesia berdasar persepsi saya. Persepsi ini tentu dibentuk dari pengalaman berinteraksi dengan mereka.

Karena kesal dengan sikap ignorant yang sebenarnya kalau mereka paham etika surat menyurat tidak akan terjadi maka saya mengirimkan e-mail sebagai berikut pada tanggal 10 Desember 2015:

Jadi e-mail saya ini mau dijadwal dibalas kapan?
Tolong lebih punya etika sesibuk apapun Anda2 sekalian, setidaknya setting auto respond dalam waktu berapa lama e-mail akan ditanggapi, bukan bersikap ignorant!

Saya berusaha sabar dan sopan sejak awal termasuk mention ke Aff Manager ID di halaman FB tapi tidak ada respon meski belakangan ini ybs cukup aktif di halaman tersebut.
Lalu ketika e-mail saya sebelumnya dibalas juga tidak menjawab permasalahan karena entah siapa yang merespon (tanpa nama) kentara tidak membaca konten dengan sungguh-sungguh.
Ketika saya jabarkan pertanyaannya lewat email berikutnya tidak direspon!

Kemarin invoice saya tidak muncul tidak ada penjelasan sekalipun saya tanyakan. Sekarang bagaimana? Bulan ini akan ada invoice di dashboard saya atau tidak?

Tolong email saya ini dan yg sebelumnya dibaca baik-baik sebelum respon, bukan sekedar jawab yang tidak menjawab pertanyaan inti dan saya harus menunggu lagi entah kapan mau dibalas!

Dan tidak mengejutkan bagi saya jika sampai hari ini, tanggal 12 Desember 2015 pukul 12.25 PM menurut laptop tidak ada jawaban dari pihak yang bersangkutan. Saya bilang tidak mengejutkan karena saya mulai makin memahami mentalitas tim afiliasi Lazada Indonesia. Tapi tetap saja waktu itu saya kirimkan e-mail tersebut karena kekesalan saya memang memuncak.

Kalau soal kirim e-mail mengenai event, campaign dan sebagainya paling rajin memang mereka ini, tapi kalau soal balas e-mail terkait concern dari publisher ya nanti-nanti dulu. Untung jaman surat elektronik, kalau masih pakai kertas sudah jadi bungkus gorengan kali…

Manajemen Ignorant ala Tim Afiliasi Lazada

Yup, Manajemen Tim Afiliasi Lazada Memang Bobrok, Lalu….

Tidak responsif, lamban, ignorant dan kurang paham etika memang sudah jadi warna dari tim ini lalu apa? Buat saya pengalaman ini sudah cukup menilai bahwa reliabilitas mereka meragukan. Berbeda dengan pandangan beberapa orang yang menilai afiliasi Lazada menipu entah karena alasan apa dan pengalaman apa yang mereka miliki hingga masuk pada kesimpulan tersebut bagi saya tidak demikian.

Soal valid, ya… valid sejauh pengalaman saya meski kata-kata saya ini tentu sekedar mewakili diri sendiri. Namun soal reliabilitas itu memang masalah serius, apalagi asumsi saya jumlah publisher juga terus meningkat. Saya sendiri sudah melakukan apa yang bisa dilakukan untuk menjernihkan persoalan di atas, bagaimana penyelesaiannya tergantung kapan tim afiliasi Lazada Indonesia merasa cukup punya waktu atau mungkin mood untuk menanggapi.

Sebagai seorang publisher sendiri saya tidak mau buang energi dan fokus lebih lanjut mengurusi sikap tidak profesional à la mereka ini. Saya pilih move-on dan berfokus pada yang lain. Bukan berhenti! Kenapa tidak? Toh afiliasi Lazada mengecewakan? Alasannya sederhana, saya terlanjur pasang banyak link dan banner di dalam ratusan konten. Menghilangkan satu per satu terasa tidak efisien karena saya tidak memakai plug-in. Jadi saya biarkan saya link-link ini ternanam di sana, mau divalidasi atau tidak, mau divalidasi dan dibayar kapan terserah biar saja begitu. Saya tidak akan menghilangkan link dari artikel namun juga tidak akan menambah. Intinya saya sudah let it go… alias legawa.

Toh, alasan utama saya menggeluti afiliasi Lazada karena dulu akun Amazon saya ditutup dan ternyata program afiliasi Lazada terbukti tidak cukup reliable dan prospektif untuk menggantikanya.

Update:

Dalam beberapa bulan belakangan tampak ada perbaikan kinerja dari tim afiliasi Lazada Indonesia. Affiliate Performance Manager di Lazada Indonesia secara rutin memberi update tanggal payout setiap bulan lewat halaman resmi FB, dan sejauh pengalaman saya informasi tersebut selalu akurat.