Bagaimana Menemukan Passion?

Setelah berbagi link sebuah tulisan di blog, seorang rekan di akun LinkedIn bertanya bagaimana seseorang bisa menemukan passion dalam dirinya?

Pertanyaan itu tidak mudah untuk dijawab dan faktanya tidak ada jawaban sederhana yang bisa diberikan atas pertanyaan tersebut.

PassionYang pasti adalah berdasarkan pengalaman pribadi ada beberapa hal yang bisa dijadikan indicator apakah yang saya kerjakan sesuai dengan passion atau tidak. Saat seseorang bangun pagi dan bersiap bekerja misalnya, perasaan apa yang muncul? Perasaan tidak nyaman? Atau perasaan yang bersemangat? Jika pekerjaan itu adalah passion Anda maka sudah barang tentu Anda akan merasa bersemangat dan tidak sabar untuk memulainya.

Seperti yang pernah disinggung dalam tulisan sebelumnya bahwa ketika seseorang mengerjakan sesuatu yang sesuai passion-nya maka masalah akan terasa menantang dan menemukan pemecahan atasnya adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan. Sebaliknya jika seseorang mengerjakan sesuatu tidak sesuai passion maka energinya terasa terkuras lebih-lebih ketika sebuah masalah muncul.

Sebenarnya setiap orang selalu tahu apa yang menjadi passion masing-masing. Ada suara hati yang seolah akan selalu memberi sinyal atau petunjuk, saya sering menganggapnya sebagai GPS. Jika seseorang benar-benar ingin tahu dan menemukan passion-nya maka yang pertama-tama harus dilakukan adalah keberanian untuk mendengarkan “suara” ini.

Masalahnya adalah kita terbiasa dikondisikan hidup dalam situasi dimana “kegaduhan” dari luar yang berasal dari orang tua, pendidik, teman dan lingkungan lebih didengar ketimbang “suara” yang ada dalam diri sendiri.

“Kegaduhan” dari luar itu terus-menerus berusaha memberikan petunjuk apa yang menurut mereka baik dan yang seharusnya dilakukan orang lain. Padahal tak seorangpun tahu apa yang baik bagi orang lain, bahkan orang-orang yang biasa memaksakan pandangannya mengenai apa yang baik bagi orang lain seringkali justru mereka yang tak tahu apa yang baik bagi dirinya sendiri.

Suara-suara dari luar mengatasnamakan dirinya sebagai “penolong yang lebih berpengalaman”, padahal mereka melihat segala sesuatu hanya dari kacamatanya masing-masing. Karena itu seseorang yang benar-benar ingin menemukan passion-nya perlu memiliki “keberanian” untuk mengabaikan suara-suara dari luar. Sebaliknya perlu meluangkan waktu untuk melakukan refleksi, meditasi dan kontemplasi untuk lebih mendengarkan suara dari dalam dirinya sendiri.

Jika Anda masih muda, tak perlu risau jika belum menemukan apa yang menjadi passion Anda. Carilah pengalaman sebanyak-banyaknya, pergaulan seluas-luasnya bahkan bergaul dengan orang-orang “aneh” sekalipun, lakukan tindakan-tindakan yang mungkin akan Anda anggap bodoh di masa tua nanti asal bukan tindakan yang akan Anda sesali di masa tua.
Selama dalam melakukan hal-hal tersebut seseorang tidak kehilangan jati dirinya maka yang bersangkutan akan beroleh banyak pengalaman dan melihat begitu banyak pilihan hidup. Akhirnya berdasarkan pengalaman dan pilihan yang luas itu tentukan mana yang paling seusai bagi diri sendiri.

Sekali lagi, menjalani hidup sesuai passion tidak berarti seseorang akan lebih sukses ketimbang orang lain. Namun yang pasti adalah menjalani hidup sesuai passion akan menjadikan seseorang lebih bahagia dan bersemangat dalam menjalani hidup entah sukses atau gagal.

Menemukan passion tak ubahnya seperti mencari pasangan hidup, Anda tidak akan menemukan begitu saja saat pertama kali bertemu. Perlu mengenal dan memiliki pengalaman dengan berbagai tipe pasangan sebelum akhirnya bisa menemukan mana yang tepat bagi Anda.
Jika Anda adalah yang masih muda dan dalam upaya menemukan passion, nikmati perjalanan Anda, selalu syukuri setiap pengalaman yang didapat dan tinggalkan sikap kekanak-kanakan yang mudah mengeluh.