Bisnis Itu Banyak Caranya!

Saya ingat ketika masih kuliah MM seseorang pernah berkata bahwa bisnis itu tujuannya adalah menghasilkan uang. Terkadang orang terpaku pada hal-hal yang tidak relevan ketika hendak memulai usaha. Apa kata orang kalau saya jualan tahu? Apa kata orang kalau saya jualan tempe? Mendingan saya jualan Cadillac ketimbang jualan bakmi! Padahal mau jual terasi sekalipun tujuan akhirnya sama: uang.

Uang

Jadi pertanyaan yang tepat bukan jual apa yang bergengsi melainkan jual apa yang menghasilkan duit. Titik! Jual Cadillac kalau beli terasi saja tak mampu karena merugi ya percuma….mending jualan terasi bisa beli Cadillac! Gitu kan?

Soal itu rasanya sudah pernah saya tulis juga di salah satu postingan. Saya sendiri lupa judulnya tapi ingat sudah pernah menulis. Jadi bukan itu yang saya mau tulis sekarang.

Tulisan ini masih terkait dengan apa yang saya sebut di atas, tapi kali ini tidak hendak bicara barangnya melainkan caranya. Saya yakin banyak Internet Marketing Entrepreneurs yang sudah tahu, tapi saya yakin banyak juga yang belum tahu.

Tapi sebelumnya, yang saya sebut Internet Marketing Entrepreneurs di sini merujuk pada mereka yang memperoleh penghasilan dari online earning entah afiliasi (Amazon, clickbank, dkk.), publisher (Ad Sense, chitika, dll), Site flipping dan sebagainya. Bukan MLM atau jualan e-book tak bermutu di internet. Saya tak bilang mana benar mana salah… hanya saja yang saya maksud adalah kelompok kategori pertama, bukan kedua.

OK kembali ke topik…..

Beberapa tahun yang lalu ketika saya mengembangkan usaha toko, saya sering mengikuti berbagai bazaar, expo, pameran dan sebagainya. Selain untuk berpromosi juga untuk memperoleh untung lebih dengan memanfaatkan traffik/keramaian yang ada.

Hasilnya beragam pernah rugi, pernah impas pernah juga untung. Beberapa ceritanya pernah saya share juga di blog ini.

Ambil saja salah satu contoh ketika saya mengikuti bazaar di kota Salatiga tahun 2007, dalam waktu 3 hari bisa meraih untung bersih Rp 5 juta. Bagi saya itu menyenangkan… apalagi ketika itu saya baru keluar dari kerja yang take home pay-nya cuman 3.5 juta itupun selama sebulan kerja dan kerjanya untuk perusahaan orang.

Bazaar bisa dibilang sebagai salah satu cara dalam berbisnis atau berdagang… Cara lain tentu buka toko seperti hari-hari biasa, door to door, nitip barang dan sebagainya. Sama seperti dasar pemikiran yang saya sebut di paragraf pertama bahwa tujuan akhirnya adalah: uang! Cara manapun yang ditempuh tujuannya ya hanya satu.

Nah lantas apa hubungannya seya sebut-sebut Internet Marketing Entrepreneurs pula di paragraf IV?

Seperti beberapa tulisan saya pada catatan saya di akun Facebook saya, beberapa tahun belakangan ini saya mulai fokus pada online earning. Yang saya maksud bukan membuat toko online melainkan menjadi afiliator Amazon dan publisher AdSense.

Utamanya dari Amazon, saya belajar hal baru; berbisnis/berdagang atau apapun lah namanya tidak melulu harus melalui cara-cara yang sudah saya kenal sebelumnya. Buka toko, ikut bazaar, door to door dan lain-lain. Bahkan saya tidak perlu keluar duit untuk kulakan barang dagangan.

Sekali lagi…sudah saya jelaskan juga di catatan saya di FB mengenai afiliasi Amazon, jadi rasanya tidak perlu diulang.

Setelah jalan sekian lama sambil terus belajar kesana kemari, puji Tuhan pendapatan saya melalui afiliasi Amazon cukup baik. Dari situlah saya kemudian merenung; buka stand bazaar dalam waktu 3 hari menghasilkan keuntungan 5 juta di kota kecil memang cukup baik. Tapi kala itu saya harus bangun pagi-pagi, briefing petugas stand, angkut-angkut dagangan pagi-sore da sebagainya dan sebagainya….

Sekarang sebagai Amazon associate saya bisa menjual (salah satunya) kamera Nikon dengan fee per unitnya $35.96. Sejauh ini untuk jenis kamera tersebut dalam sehari rata-rata saya bisa menjual 1 – 3 unit …. lebih menguntungkan bukan? Saya juga tak perlu berpanas-panas, angkut-angkut barang, melayani pembeli yang rewel….

Lantas apa yang saya lakukan? Yah itu trik masing-masing dalam menjalankan usaha afiliasi dari Amazon. Saya rasa tidak ada tips yang baku, ada yang menggunakan autoblog dan sukses, ada yang manual content dan gagal dan sebagainya.

Saya bukan pelit bagi ilmu hanya saja akan panjang dan lebar kalau dijelaskan saat ini, nanti saya merencanakan untuk membagi dalam tulisan lain. Namun kalau tidak sabar singkatnya begini;

Bikin blog (terserah mau blogspot, CMS, WP, dll), lakukan riset keyword, pilih niche, cari artikel tentang niche itu, tulis review sepanjang 1.000 kata. Lakukan SEO on page pada artikel tersebut (saya pakai bantuan Easy SEO), bangun backlink berkualitas. Agihan waktu adalah; 3 hari riset keyword, 2 hari tulis artikel dan sisanya cari backlink. Saya tidak banyak-banyak cari backlink yang penting berkualitas. Nah untuk dapat yang berkualitas ini memang butuh waktu lama, Sebagian besar waktu saya alokasikan untuk membangun backlink ini. Kalau ada waktu senggang perbaiki artikel yang sudah dibuat jika memang diperlukan.

Jangan salah, saya tak bermaksud mengatakan bahwa afiliasi Amazon lebih menguntungkan ketimbang buka toko, bikin toko online, bazaar atau apapun. Intinya adalah bahwa ada banyak cara untuk menghasilkan uang khususnya berdagang.

Manapun yang hendak dipilih saya rasa lebih kepada minat dan preferensi masing-masing. Ada yang merasa passion-nya adalah menulis, adalah yang merasa passion-nya adalah bertemu muka dengan konsumen dan sebagainya. Jadi kembali lagi sama seperti paragraf pembuka di atas bahwa yang terpenting adalah tercapainya tujuan akhir; profit/uang. Cara manapun yang dipilih kembali kepada selera masing-masing. Tidak ada yang lebih benar dan tidak ada yang salah… toh semuanya dilakukan dengan jujur.

Satu hal yang pasti adalah bahwa bisnis itu dinamis. Metode hari ini bisa usang esok hari. Untung hari ini belum tentu masih untung besok pagi begitu pula kerugian hari ini tidak berarti terus berlanjut. Kompetitor berubah, perilaku pembeli berubah, jenis media dan barang juga berubah. Jadi apapun yang Anda lakukan jangan pernah merasa puas dengan pencapaian hari ini. (Satrio)