Bisnis Tidak (Harus) Dimulai Dengan Planning!

Business PlanBeberapa waktu lalu sudah dibahas mengenai hal-hal penting dalam memulai sebuah usaha. Baru-baru ini Tjan, Harrington dan Hsieh dalam bukunya berjudul: Heart, Smarts, Guts, and Luck memaparkan hasil penelitian mereka terhadap para wirausahawan yang sukses dari berbagai belahan dunia. Temuan yang mungkin bagi beberapa orang dinilai mengejutkan adalah bahwa dari sedemikian banyak sampel yang diteliti (>100) 70% diantaranya mengaku tidak membuat perencanaan (planning) pada saat memulai bisnis.

Lebih dari setengah wirausahawan sukses tersebut mengawali usahanya dengan visi, passion dan keyakinan akan bisnisnya. Alih-alih menghabiskan waktu di depan komputer atau kertas-kertas untuk menyusun planning, mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengenali dan menggali visinya.

Temuan tersebut tentu mengejutkan mengingat sebelumnya begitu banyak literatur mengenai bagaimana memulai usaha selalu menekankan pada pentingnya sebuah perencanaan bisnis (business planning). Bahkan beberapa buku mengenai panduan memulai bisnis banyak menyertakan lampiran mengenai bagaimana menyusun sebuah business plan yang baik.

Temuan dari tiga penulis “Heart, Smarts, Guts, and Luck” tentu bukan dimaksudkan untuk membantah atau menunjukkan bahwa bisnis yang dimulai dengan perencanaan tidak akan berhasil. Meski demikian harus disadari juga bahwa sebaik apapun sebuah business planning semuanya selalu didasarkan pada asumsi-asumsi, bukan pada kondisi riil di pasar.

Sebaliknya, para wirausahawan yang tidak menghabiskan waktu di depan kertas-kertas atau file Excel untuk melakukan perhitungan justru melakukan uji coba di pasar secara langsung. Pengujian tersebut bukan hanya riil namun juga acapkali lebih mudah dipahami ketimbang data-data dan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menyusun sebuah perencanaan bisnis.

Business plan bukan hal yang penting dan banyak memberi manfaat untuk memulai usaha. Ketimbang memfokuskan pada hal-hal yang dibangun berdasar asumsi, seorang yang akan memulai usaha lebih baik berfokus pada hal-hal sederhana yang bermanfaat seperti mencari dan mempromosikan bisnis pada calon investor serta mambangun tim yang solid.

Berikut adalah hal-hal penting yang perlu dipersiapkan dan dilakukan saat memulai usaha ketimbang menyusun business plan:

Identifikasi terhadap Visi dan Passion. Pastikan Anda benar-benar tahu apa yang Anda inginkan, passion Anda dan visi yang Anda miliki. Visi dan jantung adalah bagian terpenting sebelum Anda membuat keputusan, saat Anda menjalankan serta membangun usaha dan bahkan saat Anda menghadapi kesulitan. Tanpa hal-hal tersebut sumber daya lain hanya akan menjadi sia-sia.

Membangun tim. Jika para pengusaha dan agen properti selalu menekankan tiga hal penting dalam properti yaitu lokasi, lokasi dan lokasi, wirausahawan juga memiliki tiga hal penting dan mendasar: people, people and people!

Berpikir skala besar, memulai dalam skala yang lebih kecil. Dalam memulai usaha, aturan inipun berlaku, sebelum Anda masuk ke pasar yang lebih besar dan kompetitif cobalah menguji produk Anda pada orang-orang terdekat atau lingkungan sekitar untuk mendapatkan feedback.

Fokus pada niche market. Aturan dasar dalam pemasaran tentu berlaku juga disini: jangan mencoba melayani banyak segmen sekaligus. Fokuskan pada satu segmen dan penuhi kebutuhan mereka. Tentu lebih baik lagi jika Anda bisa menemukan niche market.

Pahami bisnis Anda. Sekali lagi, ketimbang menghabiskan waktu di depan file-file Excel untuk melakukan perhitungan akan lebih baik jika Anda meluangkan waktu untuk memahami sifat mendasar bisnis Anda dan menemukan bagaimana cara meningkatkan penjualan. Apakah dari melalui iklan, pemberian diskon dan sebagainya,