Evamat untuk Aktivitas Toddler

J sudah mandi sore dan masih sangat berenergi untuk aktivitas fisik. Membawanya keluar lagi bukan pilihan karena mandi sore lagi sedang tidak mungkin dilakukan mengingat air yang terbatas (biasa… bosan  PDAM sedang memaksa hemat air dengan menghentikan aliran air di rumah monyong).  Aku melihat tumpukan evamat yang tadi siang kami gunakan untuk bermain rumah bola. Evamat itu kususun dua tumpukan dan kuatur dengan jarak sekitar 20 cm satu dengan yang lain. Jadilah arena bermain yang baru buat J (18 bulan).

Matras 1

Aturan bermainnya sederhana, J hanya boleh berjalan di tumpukan evamat hijau, jadi dia harus melompat supaya tidak menginjak lantai. J nampak mengerti seteah kujelaskan aturan permainan, dan setelah dua kali melintas dia sudah benar-benar paham. hmm  Aku hanya memberi semangat dan mengingatkan rule-nya.. “harus injak lantai hijau ya…” dan setiap kali dia berhasil satu set bolak-balik kami bersorak bersama “horeeee… gembira tepuk tangan

Matras 2Matras 3

Setelah beberapa kali bolak-balik, nampaknya permainan jadi kurang menantang buat J dan dia mulai terlihat sedikit bosan. bosan  Untuk menaikkan tingkat keasyikan, aku meminta J berjalan sambil memindahkan batu. Jadi aku mengambil sekitar 10 batu bersih, lalu dia harus memindahkan batu-batu itu dari ujung ke ujung.  semangat!  Permainan menjadi hidup lagi, awalnya J memindahkan satu persatu lalu, setelah semua berhasil dipindah, J mulai membawa batu di kedua tangannya. membawa batu sambil berjalan dan melompat bagi toddler tentu membutuhkan penyesuaian keseimbangan, namun inilah tantangannya. J sangat menikmati kerena seperti pada umumnya toddler, J suka mencoba hal-hal baru, test his limit, dan aktif.

Matras 4

Di sela-sela pemainan, kadang J lari mendekat untuk memeluk atau minta dicium. manja  Ini juga hal yang wajar dilakukan toddler karena toddler sedang dalam usia mengekspresikan perasaan dengan tindakan fisik.  Aku sangat menikmati dan tentu saja tindakan spontan J membuatku bahagia. love kiss  Aku tahu, akan tiba saatnya dia tidak lagi sering memeluk atau minta dicium, aku ingin ketika saat itu tiba, aku menyambutnya dengan senyuman.  senyum

Matras 5

Setelah bebrapa waktu, lajur yang lurus nampaknya kurang menggoda , oleh karenanya aku kemudian menata ulang tumpukan evamat menjadi susunan zig-zag. Tantangan baru lagi, dan tentu saja J dengan semangat mencobanya. tepuk tangan

Asyik sekali aktivitas J sore itu, dan asyik juga buatku karena aktivitas itu dolakukan tanpa perlu ada persiapan sebelumnya, tidak memerlukan banyak peralatan, dan juga bersih.  gembira