Kindle Fire Menantang iPad

Kindle Fire dan Kindle Touch adalah dua varian terbaru e-book reader yang secara resmi diumumkan oleh Amazon pada hari Senin waktu setempat di New York.

Keduanya mendapat sambutan hangat dari calon pelanggan, namun Kindle Fire tampak lebih menarik perhatian banyak pihak karena fitur-fitur yang diusungnya bukan hanya menempatkan dirinya sebagai e-book reader yang kaya fitur namun sekaligus membawa lebih dekat pada persaingan dengan tablet PC.

Pada segmen Tablet PC sendiri persaingan tampak semakin ketat, meski demikian banyak pihak meyakini bahwa pasarnya masih besar dan potensial. Apple sebagai produsen yang dianggap pelopor era Tablet PC modern belakangan ini mendapat gempuran habis-habisan dari Samsung, HTC, Motorola dan banyak kompetitor lain.

Besarnya potensi pasar tablet PC memang menarik banyak produsen elektronik, namun tak semuanya sanggup bertahan menghadapi kerasnya persaingan. Nama-nama besar seperti HP dan Intel pun terbukti tak sanggup mempertahankan pangsa pasarnya dan harus melempar handuk lebih dini.

Kindle Fire Memanaskan Persaingan

Baru-baru ini Amazon melihat bahwa Kindle memiliki cukup potensi untuk dikembangkan lebih dari sekedar e-book reader.

Amazon yang memulai perjalanan bisnisnya sebagai penjual buku melihat bahwa platform yang selama ini dikembangkannya bisa memberi nilai tambah kepada pengguna dengan menambahkan beberapa fitur baru.

Kindle FirePada saat diperkenalkan beberapa waktu lalu, Kindle Fire benar-benar memukau banyak orang yang menghadiri acara tersebut. Kindle andalan Amazon ini didukung oleh prosesor dual core, kemudahan akses aplikasi pada Amazon Apps Store termasuk akses layanan lain yang disediakan oleh Amazon seprti MP3, TV dan film. Tentu saja sebagai sebuah e-book reader besutan Amazon maka terbuka akses untuk lebih dari satu juta judul buku dalam format Kindle yang tersedia di Amazon.

Bukan hanya itu, seri terbaru Kindle ini juga sudah menggunakan sistem operasi terpopuler saat ini: Android. Satu-satunya kekurangan yang dapat ditemui adalah ketiadaan kamera. Tapi tampaknya konsumen segmen ini juga tak terlalu peduli dengan ada atau tidaknya kamera.

Kindle Fire: Relatif Murah

Satu dari banyak hal yang menarik minat calon pembeli adalah harga Kindle Fire yang relatif murah. Di website resmi Amazon sebuah unit Kindle Fire dihargai $ 199, bandingkan dengan versi termurah iPad 2 yang ada di kisaran harga $ 499.

Jika harga tersebut masih terlalu mahal dan konsumen hanya memerlukan e-book reader ‘biasa’ yang dioperasikan dengan laya sentuh maka pilihan bisa beralih pada Kindle Touch yang harganya $ 99. Tersedia juga versi 3G dari Kindle Touch yang dijual seharga $ 149.

Jelaslah bahwa dari segi harga saja besar kemungkinan calon pembeli iPad 2 akan melirik Kindle. Dengan harga yang sama dengan sebuah iPad 2 calon pembeli bahkan bisa membeli dua buah Kindle Fire plus masih ada uang kembalian yang bisa dibelanjakan untuk keperluan lain.

Meski demikian bukan berarti bahwa iPad akan kehilangan pelanggan dengan munculnya Kindle ini. Banyak parameter yang menjadi pertimbangan calon pembeli sebelum membuat sebuah keputusan beli. Di antaranya adalah merk. Dari segi merk jelas Apple lebih berkelas ketimbang Amazon dalam kategori gadget. Ibaratnya meski Lexus mampu menghadirkan harga lebih murah dan fasilitas nyaris setara namun tak lantas semua pelanggan Mercedez mau beralih bagitu saja ke Lexus.

Sukses tidaknya gadget keluaran Amazon ini bersaing di pasar Tablet PC tentu masih perlu pengujian dan pembuktian. Bagaimanapun Kindle Fire adalah sebuah terobosan jenius dari Amazon dalam mengembangkan lini produknya.