Kreatif dengan Sedotan untuk Aktivitas Anak

Hari itu aku pergi berbelanja ke toko plastik untuk membeli plastik sampah, plastik bungkus popok sekali pakai, plastik kiloan, dan lain-lain. Lalu, tanpa sengaja aku melihat sedotan warna-warni dijual disana. Wah.. ting bagus, ini bisa dimanfaatkan untuk aktivitas toddler-ku.  gembira  Meski saat itu aku belum punya ide yang jelas mau diapakan sedotan warna-warni itu, aku tetap membelinya. Harganya sangat murah, hanya dengan Rp 2000,- aku mendapatkan 10 plastik sedotan yang terdiri dari 5 warna.  mata duitan

Sampai di rumah, ketika aku mengeluarkan belanjaan untuk menatanya, J sudah langsung tertarik dengan warna-warni sedotan itu. Aku menjanjikan bermain dengan sedotan itu setelah tidur siang, dan menyimpannya di lemari sebelum J tidak dapat menahan rasa penasarannya dan kehilangan rasa kantuk.  tidur

Straw1

Bangun tidur J langsung menagih janji dan menunjuk-nunjuk tempat menyimpan sedotan sambil mengatakan sesuatu dengan lafal yang belum jelas, namun maksudnya tersampaikan J mau main sedotan. Aku terpikir untuk membuat spider web dari selotip, kemudian J menempelkan sedotan itu satu persatu. Kupikir permainan ini bisa diterapkan untuk aktivitas anak 1 tahun atau lebih, bahkan bisa juga untuk aktivitas anak 2 tahun. Sementara aku menyiapkan spider web dengan menempelkan selotip antar kusen pintu, aku memberi J kesibukan dengan memberikan botol plastik bekas air mineral dan sedotan.

Langsung saja J asyik memasukkan sedotan satu demi satu ke dalam botol. Aktivitas ini sangat baik untuk anak karena berguna untuk melatih koordinasi mata dan tangan, juga melatih kontrol otot-otot jari jemari, ketekunan, dan konsentrasi. Lihat saja wajah J yang serius dan asyik. Aktivitas memasukkan sedotan ke dalam botol seperti ini juga bisa dicoba untuk aktivitas anak 15 bulan yang mulai belajar memegang benda-benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk.

Straw2

Setelah spider web dari selotip siap terpasang, aku memotong sedotan menjadi dua bagian, lalu memberi contoh dengan menempelkan sedotan tersebut ke selotip. Dengan antusias J mengambil sedotan lalu mencoba menempelkannya. Percobaan pertama, belum berhasil karena posisi memegang sedotan yang tidak tepat. J lalu memanipulasi cara memegang sedotan dengan jari-jari kecilnya dan berhasil…!  tepuk tangan senyum ceria langsung mengembang dan terpancar juga kebanggaan karena berhasil melakukan sesuatu yang baru.  ok  Aktivitas untuk anak seperti ini juga mendukung perkembangan mental dan emosional anak secara sehat. Anak akan belajar menyelesaikan masalah, memiliki self esteem dan self confidence.

Setelah beberapa saat, J dapat menempelkan sedotan dengan cepat karena dia sudah tahu caranya dan sudah terbiasa melakukannya. Di saat dia akan mengambil sedotan, aku memintanya mengambil warna tertentu, atau menyebutkan warna yang sedang dia tempelkan. Hal ini membantunya mengenal warna dengan cara pengulangan dan menjadikannya bagian dari aktivitas (bukan memaksa anak menghafal).

Straw4

Untuk membuat permainan lebih menantang, aku meminta J menempelkan dengan tangan kiri karena J memiliki preferensi menggunakan tangan kanan. Namun, dengan cepat J menyesuaikan diri dan menempel dengan tangan kiri tanpa kesulitan. Ya memang sih walaupun J lebih suka menggunakan tangan kanan, namun ia juga cukup sering menulis, menggambar, memegang sendok dengan tangan kiri. Kami sengaja memberikan kesempatan bahkan mendorong supaya J menggunakan kedua tangannya untuk melakukan berbagai hal yang biasanya dilakukan dengan tangan kanan.

Straw3

Tidak berapa lama sedotan yang kusiapkan sudah habis tertempel semua, J lalu menghadapku dan mengatakan “Maaa…tambah…tambah..” nampaknya dia masih asyik dengan permainan ini. Aku kemudian menyiapkan sedotan lagi, namun kali ini dengan potongan yang lebih pendek untuk membuatnya sedikit lebih sulit. Dan aku meminta J untuk menempelnya dengan dua tangan secara bersamaan  silau man!. J suka tantangannya dan bisa melakukannya  ok

Straw5

Kreatif dengan sedotan untuk aktivitas anak sangat menyenangkan dan mengasyikkan. Nilai tambah bagi orang tua karena aktivitas ini tidak memerlukan persiapan khusus, bahan-bahan mudah diperoleh dan tentu saja mudah untuk di lakukan, bahkan setelah selesai membentuk karya seni.  senyum