Mengapa Toddler Membutuhkan Aktivitas

Toddlerhood pada dasarnya dimulai ketika bayi mulai bisa berjalan sampai usia 3 tahun. J mulai berjalan pada usia 13 bulan dan sebulan kemudian dia sudah bisa melangkah dengan mantap dan mulai berlari. Sejak itu, dunia jadi terasa bergerak dan berlari dengan cepat. Keingin tahuan yang besar akan dunia di sekelilingnya, sikap impulsive yang tentu saja mendominasi, dan juga emosi yang mulai dirasakan dan dipelajari membuat dunia toddler terasa begitu sibuk.

Bayangkan berada pada posisi toddler, ketika dalam tahun pertama mobilitas masih sangat terbatas kemudian selepas ulang tahun pertama muncul perubahan besar untuk menjelajah dunia dengan mampu berjalan bahkan berlari sendiri. Selain itu otak sudah berkembang dengan lebih kompleks sehingga memunculkan keinginan mencari tahu akan segala sesuatu. Tentu saja dimata toddler, dunia terasa seperti ruang eksplorasi yang menakjubkan.

J-1

Pada masa toddler, secara alamiah anak akan mencari hal baru dan belajar bagaimana segala sesatu bekerja. Oleh karenanya sangat penting untuk memberikan stimulasi yang akan mendorong kemampuan berpikir dan belajar. Meskipun sel-sel otak telah terbentuk pada saat anak lahir, namun koneksi antar sel tersebut masih terus terbangun pada tahun-tahun awal kehidupan, hal ini membuat masa toddler menjadi waktu yang kritis dalam perkembangan otak anak.

Diketahui bahwa perkembangan otak anak dipengaruhi oleh beberapa hal seperti gen, nutrisi, respon orang tua terhadap kebutuhan anak, cinta, dan aktivitas yang dilakukan toddler. Dengan demikian sangat penting untuk memastikan bahwa toddler mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan berbagai pengalaman baru dan cinta, karena hal ini adalah kunci terbaik untuk menstimulasi otak dan mendukung pembelajaran awal, termasuk membentuk anak sebagai pribadi pembelajar dan bukan hanya pendengar pasif yang percaya begitu saja apa yang dikatakan orang. Dalam hal ini mengekspos toddler sesuai dengan panca indra merupakan hal yang terbaik untuk medukung perkembangan otak toddler. Dengan demikian, mengusahakan toddler mendapatkan aktivitas yang bersentuhan dengan indra peraba, pendengar, perasa, penciuman, dan penglihatan merupakan hal penting untuk dilakukan.

J-2

Sekali lagi, keingintahuan yang besar adalah hal alami yang muncul pada toddler. Lalu, bagaimana jika sebagian besar waktu toddler dihabiskan didepan layar? Entah itu TV, tablet, smartphone atau yang lain? tentu saja ini sangat tidak disarankan karena tidak membantu stimulasi perkembangan otak dan juga berpengaruh pada perkembangan mental toddler. The National Association of Sports and Physical Education (USA) merekomendasikan beberapa hal, pertama, toddler harus mendapatkan setidaknya 30 menit aktivitas fisik terstruktur dibawah pengarahan orang dewasa dan setidaknya 60 menit aktivitas fisik tidak terstruktur. Kedua, toddler tidak disarankan untuk berada dalam kondisi pasif dalam waktu lebih dari satu jam. Dan ketiga, TV harus sama sekali dijauhkan dari anak yang berusia dibawah 2 tahun dan untuk anak diatas 2 tahun, menonton TV dibatasi maksimal 2 jam per hari. TV disini termasuk layar komputer, video games, tablet, cell phone dan lainnya.

Menyediakan kesempatan yang cukup bagi toddler untuk beraktivitas bukan hanya menstimulasi otak, namun juga membuat toddler tidur dengan lebih baik, mempunyai berat badan yang ideal, akan terbiasa aktif dalam masa kanak-kanak, dan juga mencegah penyakit seperti diabetes dan hipertensi.

Melihat pada uraian diatas, sangat jelas bahwa ‘mendiamkan’ atau menyerahkan stimulasi toddler pada layar TV, video games yang ‘katanya’ edukatif, atau tontonan yang lain sangat tidak disarankan. Pertanyaan selanjutnya adalah, seperti apakah aktivitas yang dapat dilakukan dengan toddler? Banyak sekali, yang dibutuhkan ‘hanya’ kesabaran, kemauan, dan kreativitas. Ingatlah, toddlerhood sangat singkat, hanya berlangsung kurang dari dua tahun.  senyum