Mental yang Wajib Dimiliki Entrepreneur (Bag. 1)

Mengapa orang-orang tertentu mencapai kesuksesan sementara banyak orang tidak? Apakah perbedaan yang ada pada diri mereka? Adakah hal-hal tersebut dalam diri Anda?

Dunia usaha sangatlah dinamis, perubahan perilaku pelanggan dan kompetitor menyebabkan hampir tidak ada sebuah keunggulan yang bisa terus dipertahankan dalam jangka waktu relatif panjang. Namun satu hal yang tak turut berubah sekaligus wajib dimiliki oleh siapapun yang memutuskan menjalankan usaha sendiri yaitu mental yang mutlak dimiliki oleh seorang wirausahawan. Ada baiknya Anda mengenali dan menjadikannya bagian dari diri Anda sebelum terjun ke negeri antah berantah yang mungkin akan mengharuskan Anda jatuh bangun sebelum mencapai tujuan.

Pengusaha sukses adalah mereka yang memiliki tujuan. Umumnya pengusaha sukses adalah mereka yang sudah terbiasa menetapkan tujuan sejak usia dini. Entah dimulai dengan tujuan mencapai prestasi tertentu di sekolah atau dalam kegiatan lainnya. Sekalipun seolah bersikap membiarkan segalanya berjalan mengalir namun dalam dirinya tersembunyi sebuah tujuan dan keyakinan kuat.

Tujuan ini membuat mereka pantang menyerah terhadap kondisi. Lingkungan yang tak mendukung atau ketidakmampuan orang tua untuk memfasilitasi cita-cita tak pernah dijadikannya penghambat. Sikap penggerutu, mengasihani diri sendiri atau putus asa (mutung) tak pernah menjadi bagian dari dirinya. Karenanya mereka juga cenderung menjauhi dan meremehkan orang-orang yang suka mengeluh dan mengasihani diri sendiri.

Bahkan jika untuk mencapai tujuannya dia harus memulai dari nol seperti berdagang di kaki lima atau dari rumah ke rumahpun akan tetap dijalaninya karenayakin dirinya akan sampai pada tujuan yang ditetapkan sendiri. Cemoohan orang lain dianggapnya sebagai kelemahan mental yang dimiliki oleh pencemoohnya.

Pada usia yang lebih dewasa mereka akan mulai memiliki dan menyusun visi dalam hidupnya. Dan tak seperti organisasi tua yang mengagungkan dan mensakralkan sebuah visi hingga enggan untuk mengubah visi, sebaliknya visi bagi orang-orang sukses bersifat dinamis dan peka terhadap perubahan LSE (Lingkungan Sekitaran Eksternal).

Visi dianggap sebagai sebuah target bergerak dan terus direvisi dengan menetapkan tujuan dan target baru bagi dirinya. Sesaat dirinya merasa puas namun tak berlangsung lama hingga dia menemukan target baru untuk dicapai.

Pengusaha sukses mengenali kekuatan dan kelemahan dirinya. Mereka sadar bahwa tak ada keunggulan yang abadi karenanya tak pernah berhenti untuk mempelajari hal-hal baru. Setiap lingkungan dan orang-orang baru dianggapnya sebagai kesempatan untuk belajar hal lain lagi.

Pantang bagi mereka untuk membiarkan ego menjadi bagian dari usahanya mencapai tujuan. Karena mereka sadar bahwa adalah kebodohan jika merasa diri yang terbaik sehingga tak lagi ada kebutuhan untuk belajar dari orang lain.

Keterampilan, visi dan tujuan mungkin selalu berubah, namun sikap yang dimiliki cenderung konsisten dan tak jarang menjadi merek pribadi bagi mereka.

(Bersambung…)