Passion Memerlukan Tujuan

Tak diragukan bahwa passion adalah sebuah komponen yang sangat penting dalam mencapai sebuah tujuan. Perjalanan panjang para entrepreneur sejati seperti Steve Jobs, Bill Gates atau Richard Branson bisa ditempuh berkat passion yang mereka miliki.

TujuanPerjalanan para entrepreneur ini untuk sampai pada posisi mereka saat ini bukan hanya panjang, namun terasa sangat melelahkan bagi banyak orang. Mantan juara dunia tinju kelas berat Mike Tyson pernah berkata bahwa setiap manusia memiliki rencana… sebelum akhirnya mereka mendapat pukulan di wajah. Sementara Rosabeth Moss Kanter dalam tulisannya di Harvard Business Review menyebut bahwa segala sesuatu selalu tampak gagal di tengah perjalanan. Passion-lah yang menjadikan seseorang tetap bertahan meski “mendapat pukulan di wajah” atau ketika segala sesuatu tampak gagal.

Passion dan intuisi dalam banyak hal menjadi dua resep yang selalu bisa ditemukan dalam perjalanan orang-orang sukses.

Meski demikian passion dan intuisi yang ‘liar’ tanpa tujuan juga tidak akan membawa sebuah usaha menjadi produktif. Simak kembali kalimat pertama tulisan ini; … passion adalah sebuah komponen yang sangat penting dalam mencapai sebuah tujuan

Ketika sebuah usaha hanya didasarkan pada passion tanpa tujuan maka seseorang sudah tidak dapat lagi dikatakan memiliki passion melainkan menjadi seorang fanatik. Seorang fanatik adalah mereka yang meningkatkan usaha dan kerja kerasnya dua kali lipat atau lebih tanpa memiliki tujuan (Santayana).

Passion hanya akan menjadi bermanfaat manakala seseorang memiliki tujuan. Dan tujuan sudah pasti terukur baik prosesnya, resikonya maupun hasilnya.

Karenanya menemukan passion hanyalah tahap pertama yang harus dilalui, setelah ditemukan agenda berikutnya adalah menentukan tujuan. Passion akan menjadi “bahan bakar” untuk mencapai sebuah tujuan yang terukur.