Spekulasi Carl Ichan Mendongkrak Saham RIM

Nilai saham produsen BlackBerry; RIM dilaporkan naik setelah pada hari selasa lalu muncul spekulasi bahwa milyuner Carl Ichan akan mengambil alih kepemilikan RIM.

Ichan sendiri sebelumnya sudah membeli 11, 4% saham perusahaan ponsel Motorola senilai lebih dari $ 1.3 M sesaat setelah Google mengumumkan niatnya untuk mengambil alih kepemilikan Motorola dalam rangka mendukung strategi bisnisnya dimasa depan sekaligus menguasai hak paten yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Banyak pihak berharap RIM akan menjadi target berikutnya. Meski demikian para analis belum dapat mengkonfirmasi kebenarannya. Baik Ichan maupun pihak RIM sejauh ini belum bersedia memberikan komentar terhadap rumor tersebut.

Sekalipun belum dapat dikonfirmasi kebenarannya namun isu pengambilalihan RIM oleh Ichan ini telah mendongkrak nilai saham RIM 4.5%.

RIM sendiri saat ini tengah berjuang habis-habisan setelah digempur oleh dua kompetitor utama yaitu smartphone-smartphone dengan sistem operasi Android dan iPhone milik Apple.

Perusahaan smartphone asal Kanada ini masih menguasai segmen pasar korporat namun nyaris tak dilirik oleh konsumen non korporat yang lebih tertarik menggunakan Samsung, HTC dan iPhone yang menawarkan layar lebar dan fitur yang lebih canggih.

RIMPada awal bulan September saja saham RIM sempat anjok lima point dalam sehari setelah perusahaan ini melaporkan bahwa perolehan laba bersihnya merosot tajam. Bahkan BlackBerry Playbook yang digadang-gadang mampu memulihkan reputasi perusahaan nyatanya juga tidak menunjukkan performa yang baik di pasar.

RIM diperkirakan akan semakin anjlok dan sulit bertahan terlebih setelah Google membeli Motorola yang memiliki lebih dari 17.000 hak paten untuk menghindarkan sistem operasi Android-nya dari tuntutan hukum. RIM sendiri tidak memiliki portofolio paten yang kuat sehingga tak cukup menarik minat Google untuk melakukan akuisisi.

Meski sejauh ini sistem operasi terbaru milik RIM; BlackBerry OS 7 mendapat respon positif dari pengguna namun para analis tetap meragukan kemampuan RIM bertahan pada industri yang pernah mengangkat namanya dua tahun yang lalu itu.