Sharing Pengalaman Bisnis Selimut Jepang

Telah saya ceritakan sebelumnya mengenai bagaimana awal mula kami memulai berjualan selimut jepang di kota Salatiga sekitar setahun yang lalu. Termyata semenjak produk ini diliput oleh Trans TV beberapa waktu lalu permintaannya benar-benar meningkat drastis. Sebenarnya bagi kami hal ini sudah dapat diprediksi sebelumnya. Sehingga begitu mendapat kabar dari Pak Hadi bahwa selimut jepang sedang dalam proses diliput oleh Trans TV kami berani memutuskan untuk menambah investasi dan stok dengan menjadi Hasuko Distro.

Padahal sebelumnya kami masih ragu-ragu apakah akan tetap menjadi agen biasa seperti yang sudah kami jalani selama ini atau mengambil tawaran paket Hasuko Distro. Maklum saja meski penjualan selama setahun ini luar biasa namun di outlet kami pada saat itu produk yang turnover-nya paling tinggi justru sandal boneka bukan selimut jepang. Padahal dengan menjadi Hasuko Distro bukan saja kami harus menambah investasi namun juga mengubah setting tata letak toko. Namun semenjak memperoleh informasi bakal diliputnya produk ini segala keraguan menjadi sirna karena kami yakin bahwa permintaannya akan melonjak drastis.

Dalam tempo yang terbilang singkat kami melakukan berbagai persiapan baik finansial maupun layout setting agar bisa menjadi Hasuko Distro untuk wilayah Salatiga dan sekitarnya. Kami dikejar batas waktu sebab kami menargetkan bahwa outlet kami sudah bisa resmi menjadi Hasuko Distro sebelum liputannya ditayangkan oleh Trans TV. Sebab peliputan tersebut bisa menjadi momentum yang luar biasa untuk mendongkrak penjualan. Puji Tuhan dengan kerja keras dan sedikit lembur impian ini dapat terwujud dan outlet kami resmi menjadi Hasuko Distro-009 hanya selang beberapa hari sebelum selimut jepang ditayangkan di Trans TV.

Benar saja perkiraan kami, hari Sabtu siang selimut jepang ditayangkan di TransTV, trafik menuju blog KAZOKU meningkat pesat pada hari yang sama. Sore harinya HP baru saya aktifkan sepulang misa di gereja ternyata sudah menumpuk SMS baik yang menanyakan produk selimut jepang maupun yang langsung take action untuk melakukan order. Luar biasa, stok kami di gudang langsung habis ¾-nya hanya dalam waktu satu hari!! Bagi kami ini merupakan catatan rekor penjualan selama ini.

Sejak hari itu meski penjualan per harinya tidak sebesar itu namun permintaannya tidak pernah berhenti. Baik end user maupun reseller berdatangan ke outlet maupun ke rumah. HP saya yang selama ini lebih banyak menerima order gift promosi dan sandal boneka berubah lebih banyak melayani order selimut jepang. Reseller kami yang selama ini hanya dua orang dan itupun wilayah penjualannya hanya dari Salatiga tiba-tiba terus bertambah bukan hanya dari sekitar wilayah Salatiga namun juga Semarang, Solo, Kudus dan Pati. Bahkan reseller lama yang sudah tidak aktif pun tiba-tiba datang lagi ke rumah mengajukan diri untuk menjadi reseller lagi.

Namun ternyata berbisnis memang selalu beralih dari satu tantangan ke tantangan yang lain. Begitu permintaan melonjak dan penjualannya fantastis kami mendapat kabar dari Pak Hadi bahwa stok selimut akan vakum selama beberapa saat. Pada saat menerima kabar tersebut tepat waktunya dengan pembukaan outlet baru kami yang sejak awal memang di-setting untuk menjadi outlet selimut jepang. Stok kami sudah sangat menipis sehingga setelah dipajang di outlet sudah tiada lagi stok tersisa di gudang. Mengapa bisa vakum? Bisa dilihat di link ini

Sales must go on…kami sudah investasi dana yang besar sekali untuk pembukaan outlet baru tapi stok tidak tersedia. Penjualan selimut jepang di outlet baru juga terbilang bagus sehingga ada satu rak di tengah toko yang hanya sempat singgah beberapa hari di outlet karena selimut yang tadinya dipajang di rak tersebut sudah habis sehingga rak-nya pun harus lengser di gudang.

Dalam situasi krisis seperti apapun selalu ada peluang, itulah yang kami yakini sehingga setiap saat selalu mencoba menganalisis berbagai peluang baru. Benar saja ternyata di balik ke-vakuman selimut jepang ada peluang tercipta. Stok semakin hari semakin menipis sementara permintaan justru terus meningkat. Ada beberapa selimut edisi limited yang selama ini masih kami simpan ternyata banyak dicari oleh sesama agen, hasilnya 3 pcs selimut edisi terbatas yang kami miliki ditawar oleh agen lain. Harganya pun bukan main-main, selimut yang tadinya kami beli sekitar 300 ribuan dari distributor nasional terjual dengan harga mulai dari 575-700rb per pc!!

Sempat kaget juga saya sebab prosentase keuntungannya sangat besar, belum pernah ada item di outlet yang prosentase keuntungannya bisa setinggi itu dan masih diperebutkan pula. Apalagi yang membeli adalah sesama agen artinya mereka bisa melepas dengan harga lebih tinggi lagi jika berani membeli dari saya seharga itu. Penjualan itu sangat berarti bagi kami sebab hasilnya bisa untuk membeli selimut-selimut edisi biasa dari agen-agen lain, maklum ambil dari sesama agen harganya lebih tinggi daripada biasanya ketika masih bisa langsung membeli dari distributor nasional. Margin yang kami peroleh memang berkurang karena harga belinya sudah tinggi, namun kami tetap bersyukur karena setidaknya langkah ini bisa menjadi strategi bertahan hingga stok kembali lancar entah kapan nanti.

Vakum-mya selimut jepang justru memberi pelajaran bagi kami bahwa selimut jepang bukan hanya sekedar produk yang dapat diperjual-belikan secara konvensional namun sekaligus dapat menjadi investasi terutama untuk yang edisi-edisi terbatas. Bagaimana tidak, meski disimpan beberapa lama pun kualitasnya tidak berkurang, bahkan harganya terus meningkat dari waktu ke waktu seiring meningkatnya permintaan dan kelangkaan produknya.

Bagaimana dengan produk reguler? Kalau kondisinya seperti saat ini produk reguler-pun merupakan investasi yang baik hanya saja bagaimana ke depannya belum dapat diprediksi. Sebab bisa jadi nantinya pihak prinsipal menetapkan jatah atau quota untuk tiap agen sesuai dengan daya serap pasarnya masing-masing. Jika langkah ini ditempuh rasanya merupakan pilihan bijaksana sebab akan memperkecil kemungkinan adanya agen-agen yang menimbun stok sehingga menyebabkan kelangkaan. Namun untuk produk edisi terbatas memang akan tetap menjadi investasi menguntungkan rasanya, sebab jumlahnya benar-benar terbatas sementara pasarnya akan terus bertumbuh. Bisnis selimut jepang lama-lama mirip dengan BBM atau tanaman hias bukan?

Margin kecil untuk selimut-selimut edisi reguler tidak masalah bagi kami, yang lebih penting adalah bisnis bisa terus berputar dan terus menciptakan momentum-momentum. Sebab saat ini pasarnya mulai terbentuk dan tingkat kesadaran konsumen juga cukup tinggi terhadap selimut
jepang. Bandingkan dengan tahun lalu ketika kami memulai usaha ini perlu susah payah mengedukasi pasar dengan mengikuti berbagai event dan promosi-promosi lain, itupun seringkali pelanggan terburu memberi judgment mahal tanpa mau mendengar keunggulan kualitas selimut jepang. Sekarang ibaratnya pelanggan-lah yang mencari produk ini. Saat ini setiap agen tentu berharap pasokan selimut jepang kembali lancar seperti tahun lalu dimana setiap permintaan dapat dipenuhi. (Satrio A. Wicaksono)