Media sosial memiliki cara yang unik dalam menceritakan kesuksesan. Perjalanan yang sebenarnya panjang sering diringkas bahkan disederhanakan menjadi beberapa potongan cerita agar lebih mudah dibagikan dan memancing engagement. Ambil contoh misalnya sebuah perusahaan yang tiba-tiba terlihat berkembang pesat atau seorang figur muda tanpa jejak perjalanan maupun usaha tiba-tiba diperkenalkan sebagai seorang CEO.
Karena potongan cerita dan sifat dari media sosial kemudian dengan cepat pula muncul kesan bahwa sebuah kesuksesan sangat mungkin dicapai dalam waktu relatif singkat tanpa perjuangan berdarah-darah di belakangnya.
Semakin sering melihat maupun mendengar kisah sukses seperti itu, justru semakin sulit bagi saya mempercayai gagasan mengenai pencapaian instan. Banyak dari kesuksesan itu yang sebenarnya berdiri di atas privilese yang sudah ada lebih dahulu, seperti jejaring dari yang diwariskan atau modal yang membuat langkah awal memulai usaha jadi jauh lebih mudah.
Dalam beberapa kejadian lain, kesan pencapaian instan muncul akibat narasi yang dipadatkan, sehingga perjalanan panjang serta perjuangan di belakangnya tidak lagi mendapat perhatian.
Memang framing cerita yang demikian cenderung menarik perhatian di tengah banjir informasi di era digital yang seakan datang silih berganti.
Namun ketika cerita seperti itu ditelusuri sedikit lebih jauh, sering didapati kenyataan yang jarang terlihat dalam pemadatan narasi dan cerita terkait kisah sukses. Banyak perjalanan usaha ternyata tidak dimulai dari titik yang sama bagi setiap orang.
Ada yang memulai dari lingkungan keluarga yang sejak lama akrab dengan dunia usaha. Diskusi tentang bisnis sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Jaringan pertemanan keluarga mempertemukan mereka dengan orang-orang yang memahami industri yang sama. Ketika usaha mulai dirintis, sebagian jalan sebenarnya sudah terbuka lebih dahulu.
Di tempat lain, titik start yang berbeda muncul juga dalam wujud lain. Ada usaha yang sejak awal memiliki sumber daya kapital yang cukup besar. Karenanya tim bisa dibentuk lebih cepat, infrastruktur juga bisa segera disiapkan. Kesalahan-kesalahan awal dalam memulai usaha juga tidak lantas berakhir sebagai kegagalan yang mematikan karena ada cukup jaring pengaman di baliknya.
Namun semakin sering melihat bagaimana cerita seputar kesuksesan disusun, semakin jelas bahwa apa yang terlihat di permukaan tidak mencerminkan seluruh perjalanan yang sebenarnya terjadi.
Karena itu saya selalu merasa perlu berhati-hati setiap kali mendengar kisah tentang keberhasilan yang diraih dalam waktu sangat singkat.
Sering kali, yang tampak sebagai pencapaian instan hanyalah bagian akhir dari proses yang dipengaruhi oleh berbagai faktor dan jauh lebih panjang daripada yang tampak.
I’m a marketing strategist specialising in consumer behaviour, brand strategy, and digital trust. I provide insight-driven strategic guidance for organisations seeking to understand consumers more deeply, with a focus on midlife audiences and behavioural psychology. My work blends reflective analysis, cultural perspective, and practical frameworks to help brands build clarity, relevance, and long-term trust in a rapidly evolving market.
| My core archetypes: Commander (Best Match), Shaper (Good Match) and Planner (Good Match) |
I believe recognition and status matter far less than being truly competent and effective.
I stand for those whose worth is written in honesty, not in headlines.. ~ Satrio ~
Read more of my posts: Medium| Indonesiana | Kompasiana
