Gaya Dalam Memengaruhi Orang Lain

Memengaruhi orang lain untuk melakukan atau mempertimbangkan sesuatu adalah hal penting dalam kepemimpinan, lebih-lebih jika Anda tidak memiliki otoritas terhadap orang yang hendak dipengaruhi.

MemengaruhiMeski peran kemampuan memengaruhi semakin vital dewasa ini namun tak banyak orang yang sungguh-sungguh menyadari betapa penting melakukan identifikasi terhadap gaya memengaruhi orang lain ini.

Berdasarkan penelitian ditemukan ada lima gaya yang dominan digunakan orang dalam memengaruhi pihak lain yaitu:

Rasionalisasi. Orang yang menggunakan gaya rasionalisasi selalu mnegedepankan fakta, logika, pengalaman dan penalaran dibalik ide yang hendak “dijual” kepada orang lain.

Asertif. Mereka yang asertif mengedepankan kepercayaan dirinya, posisi, jabatan dan aturan-aturan yang ada untuk membuat orang lain menerima idenya. Tipe asertif biasanya cenderung memaksakan ide dan argumentasi serta tidak mau ditolak. Ketika pihak lain menolak idea tau argumentasinya, mereka tak segan-segan berdebat bahkan melakukan tekanan.

Negosiasi. Negosiator mendahulukan kompromi dan konsensi untuk membuat orang lain menerima idenya. Dalam proses ini mereka berusaha mempelajari kepentingan pihak lain dan menawarkan pertukaran (trade off) agar kepentingan kedua belah pihak terfasilitasi.

Menginspirasi. Mereka yang termasuk tipe ini mengutamakan komunikasi dalam menyampaikan ide. Kepada pihak yang hendak dipengaruhi, orang-orang tipe ini menggunakan kalimat-kalimat dan cerita-cerita yang inspiratif dengan tujuan agar pihak yang mendengarkan memiliki ketertarikan besar terhadap ide yang disampaikannya.

Jembatan. Tipe terakhir adalah orang-orang yang suka melakukan lobi dan membangun koneksi serta koalisi. Agar idenya diterima, mereka yang merupakan tipe ini tak jarang melakukan pendekatan secara personal terhadap mereka yang hendak dipengaruhi.

Mengidentifikasi tipe Anda dalam memengaruhi orang lain hanyalah sebuah langkah pertama. Yang lebih penting untuk dipahami adalah bahwa banyak orang yang dalam kondisi tertekan memaksakan menggunakan satu taktik yang paling sesuai dengan kepribadiannya. Padahal keberhasilan dari masing-masing tipe tidak hanya dipengaruhi oleh penggunanya namun juga oleh kepribadian pihak lain yang hendak dipengaruhi.

Karenanya penting juga untuk mengidentifikasi dari masing-masing tipe/taktik tersebut mana yang paling tinggi tingkat keberhasilannya sesuai pengalaman masing-masing. Selain itu perlu juga diidentifikasi pada orang tipe seperti apa dan situasi macam apa masing-masing taktik tersebut efektif diterapkan.