Yang (Terkadang) Dilupakan Dalam Pelatihan Kepemimpinan

Kepemimpinan menjadi sebuah topik yang tiada habisnya dibicarakan. Dalam dekade ini saja jumlah pelatihan kepemimpinan dan dana investasi yang dikeluarkan sudah melebihi dua dekade sebelumnya digabung menjadi satu.

Harus diakui bahwa hasilnya masih belum signifikan. Tentu banyak faktor yang menyebabkan mulai dari materi yang seringkali kurang relevan, aplikatif serta terbarui juga tentu adalah faktor kualitas individunya sendiri.

Percaya DiriBerbicara soal materi, ada satu hal yang cukup sering terlewatkan, yaitu mengenai percaya diri. Padahal sehebat apapun skill seorang pemimpin tanpa diimbangi rasa percaya diri akan menemukan kesulitan untuk memotivasi dan menginspirasi orang lain.

Tentu ketika bicara mengenai rasa percaya diri akan ada banyak hal yang bisa dijadikan topik, namun secara umum ada beberapa hal yang umum perlu dipegang oleh seorang pemimpin:

Hilangkan keinginan untuk menjadi sempurna. Acapkali keinginan untuk melakukan segala sesuatu dengan sempurna justru menjadikan seseorang sebagai peragu.

Faktanya apapun bentuk organisasi dan situasi yang dihadapi tidak pernah ada keputusan yang seutuhnya benar atau sepenuhnya salah. Hal terbaik yang bisa dilakukan seorang pemimpin adalah mengumpulkan informasi secara lengkap dan akurat, lakukan analisis mendalam, percayai insting dan buat keputusan!

Berdamai dengan kegagalan. Joe Girard yang terkenal sebagai tenaga penjual terbaik di dunia pernah berkata bahwa seorang tenaga penjual yang hebat adalah mereka yang paling banyak mengalami penolakan.

Yang membedakan antara tenaga penjual hebat dengan tenaga penjual biasa adalah kesiapan mereka untuk menghadapi lebih banyak lagi penolakan.

Pemimpin adalah manusia biasa, pasti ada saatnya melakukan dan membuat kesalahan. Belajarlah dari kesalahan itu sebagai pelajaran dikemudian hari dan lanjutkan hidup.

Beranilah dalam membuat keputusan. Lagi…..lagi…. dan lagi…. tugas utama seorang pemimpin adalah membuat keputusan titik!

Jangan terlalu banyak meminta pertimbangan orang lain sebelum membuat keputusan, lebih-lebih jika persoalannya sederhana. Itu hanya akan membuat kepemimpinan dan organisasi menjadi tidak efektif.

Jangan pernah meragukan diri sendiri. Seorang pemimpin efektif adalah dia yang memiliki keyakinan akan apa yang hendak dilakukannya dan memiliki ekspektasi positif akan tercapainya visi dan prioritas yang telah ditetapkan.

Tunjukkan bahwa Anda berani. Sebagai manusia pasti ada saatnya seorang pemimpin menghadapi ketakutan. Tapi tak peduli seberapa takutnya seorang pemimpin harus tetap menunjukkan keberanian terutama di hadapan orang yang dipimpin.

Banyak orang akan menoleh kepada pemimpin terlebih disaat krisis, jika pemimpin tampak ragu-ragu dan takut maka moral anggota organisasipun akan merosot.

Cintailah pekerjaan Anda. Mencintai pekerjaan bukan berarti terobesi hingga sepanjang masa kepemimpinan hanya sibuk mempertahankan kekuasaan dan menyingkirkan orang-orang yang berseberangan.

Mencintai pekerjaan artinya menjalani tugas dengan penuh hasrat dan semangat. Sama halnya seperti hidup di dunia, kepemimpinan pun tidak ada yang abadi. Lakukan yang terbaik selama ada kesempatan. Selalu miliki keberanian untuk menuruti kata hati.

Jika Anda berhasil bersyukur dan rayakan itu, dan bila gagal toh esok masih akan terbit matahari. (Satrio)