Kepemimpinan Efektif 7: Bukan “Saya” melainkan “Kami”

Pemimpin yang efektif tidak pernah menonjolkan dirinya sendiri ataupun menggunakan jabatan demi kepentingan pribadi baik secara materi maupun popularitas.

"Kami" bukan "Saya"

photo credit: jobsolution.org

Jack Welch ketika diangkat sebagai CEO General Electric dihadapkan pada pilihan: melakukan ekspansi yang mungkin akan menjadikan dirinya terkenal atau melakukan downsizing terhadap organisasi yang dipimpin agar menjadi spesialis dengan kemungkinan menjadi pemimpin pasar dalam satu industri tertentu. Alih-alih melakukan ekspansi ke luar negeri yang mungkin menjadikannya terkenal, Welch memilih mengorbankan diversifikasi organisasi dan menjadi spesialis karena dia sadar keputusan itu terbaik bagi organisasi di masa mendatang.

Pemimpin yang efektif sadar sepenuhnya bahwa meski dirinya memiliki kewenangan namun kewenangan itu semata-mata diterimanya karena kepercayaan. Karenanya dalam bertindak seorang pemimpin pertama-tama harus mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan dirinya sendiri. Seorang pemimpin efektif harus melihat setiap peluang yang berharga bagi organisasi, bukan berharga bagi dirinya sendiri.

Ingat bahwa seorang anggota organisasi, lebih-lebih seorang pemimpin organisasi pertama-tama berhutang pada organisasi dimana dia berada. Karenanya segala tindakan harus dilakukan demi dan atas nama organisasi.

Pemimpin-pemimpin efektif bisa memiliki kepribadian yang berbeda satu sama lain, namun mereka memilki satu kesamaan: melakukan hal yang benar bagi organisasi.

Efektifitas adalah sebuah ilmu, dan sama halnya dengan ilmu lainnya; harus dipelajari dan dikuasai.

    Part 1-7 inspired by “What Makes an Effective Executive”. Drucker, Peter. HBR, 2004.