Ketika orang awam berbicara mengenai membangun brand atau melakukan re-branding seringkali persepsinya menciptakan atau meremajakan logo yang sudah ada.
Mereka beranggapan bahwa proses branding atau rebranding sudah selesai bersamaan dengan ditetapkan atau digantinya sebuah logo. Mungkin bahkan berpikir baik tidaknya sebuah merk bergantung pada nama merk dan logonya.
Padahal berbicara mengenai membangun merk bukan semata-mata mencipta logo. Sebaliknya logo harusnya adalah bagian paling akhir yang menerima ‘sentuhan’ setelah bagian lain selesai.

Lalu apa yang mencerminkan citra dari sebuah merk?
Renungkan beberapa hal berikut:
Jika organisasi Anda memiliki sebuah produk baik berupa barang ataupun jasa, apa yang orang lain atau pelanggan pikirkan mengenai produk tersebut? Itulah merk Anda.
Ketika organisasi Anda terkenal selalu ‘molor’ dalam mengadakan setiap kegiatan atau para tamu lebih datang terlebih dahulu sementara para karyawan perusahaan datang belakangan… itulah brand Anda.
Ketika seorang hendak menelepon untuk menanyakan informasi dijawab ‘tidak tahu”… itulah brand Anda.
Ketika seseorang yang menelepon harus menunggu lebih dari 3 deringan sebelum telepon diangkat, itulah brand Anda.
Dalam sebuah acara wakil organisasi Anda memberikan sambutan bertele-tele atau tanpa makna, itulah merk Anda.
Jika Anda memiliki sebuah website perusahaan yang informasinya tidak pernah di-update, atau loading page-nya sangat lambat… inilah merk Anda.
Jika orang-orang dalam organisasi Anda berpakaian, bertindak dan berbicara semaunya, itulah merk organisasi Anda.
Memang tidak salah bahwa sebuah penelitian menemukan bahwa manakala dua buah produk atau perusahaan dipersepsi seimbang, pelanggan cenderung memilih perusahaan yang memiliki logo lebih baik.
Tapi logo yang menarik tidak lantas membuat organisasi Anda menjadi menarik di mata pelanggan.
Membentuk citra merk adalah membentuk konsistensi dalam setiap aspek, setiap individu dan setiap detil yang ada dalam sebuah organisasi. Bukan hanya berfokus pada hal-hal besar, sebaliknya hal-hal kecil seringkali membaww dampak lebih besar.
Terlepas apakah organisasi Anda memiliki logo atau tidak, memiliki logo yang menarik atau tidak… faktanya organisasi Anda pasti memiliki merk entah merk tersebut sengaja dibentuk atau tidak.
I’m a marketing strategist specialising in consumer behaviour, brand strategy, and digital trust. I provide insight-driven strategic guidance for organisations seeking to understand consumers more deeply, with a focus on midlife audiences and behavioural psychology. My work blends reflective analysis, cultural perspective, and practical frameworks to help brands build clarity, relevance, and long-term trust in a rapidly evolving market.
| My core archetypes: Commander (Best Match), Shaper (Good Match) and Planner (Good Match) |
I believe recognition and status matter far less than being truly competent and effective.
I stand for those whose worth is written in honesty, not in headlines.. ~ Satrio ~
Read more of my posts: Medium| Indonesiana | Kompasiana
