BlackBerry 9900 Bold: Serangan Balik RIM

Blackberry 9900 Bold adalah seri terbaru dari pabrikan asal Kanada; RIM. Setelah babak belur menghadapi gempuran para kompetitor, RIM tentu berharap bahwa kehadiran BlackBerry 9900 Bold ini setidaknya akan mampu menempatkan mereka sebagai pesaing yang layak diperhitungkan.

BlackBerry 9900 Bold: Mutimedia yang lebih baik

RIM tampaknya sadar bahwa ponsel-ponsel terbaru selalu menawarkan kecepatan tinggi kepada penggunanya. Kecepatan adalah salah satu kelemahan yang dimiliki oleh ponsel-ponsel BlackBerry selama ini, karenanya RIM menanamkan prosesor 1.2 GHz untuk BlackBerry 9900 Bold. Di samping itu RIM juga menambahkan RAM hingga menjadi 768 MB. Internal memory-nya berkapasitas 8 GB dan masih tersedia slot microSD jika dirasa kurang. Layar 2.8-inch-nya menawarkan resolusi standar 640 x 480 pixels. Meski lebih kecil dibandingkan layar BlackBerry Storm 2 namun layar ini cukup memuaskan. Seperti halnya ponsel seri Blackberry lainnya, BlackBerry 9900 Bold juga menawarkan kemudahan akses e-mail.

Kelemahan lain seri-seri BlackBerry sebelumnya adalah dalam hal mutimedia yang pas-pasan bahkan cenderung jadul. RIM tampaknya sadar akan hal itu, sehingga kamera 5 MP BlackBerry 9900 Bold ini sudah mampu merekam pada resolusi HD 720p. Meski resolusi 720p juga sudah mulai ditinggalkan para kompetitor yang menawarkan 1080p namun jelas bahwa upaya yang dilakukan oleh RIM layak dihargai.

Yang lebih patut dihargai lagi adalah jika kualitas gambar yang dihasilkan oleh ponsel BlackBerry selama ini terbilang rendah bahkan tidak sedikit reviewer luar Indonesia yang terang-terangan menyebutnya’useless’ namun pada BlackBerry 9900 Bold kualitas gambar yang dihasilkan sangat menjanjikan untuk kamera kelas 5 MP.

BlackBerry 9900 Bold

BlackBerry 9900 Bold: RIM berharap kembali menjadi pabrikan yang diperhitungkan

BlackBerry 9900 Bold: From Blue Ocean to Red Ocean

Jika Anda ingin memenangi persepsi pelanggan maka jadilah yang pertama. Sayang jargon tersebut tidak bisa diterapkan untuk pabrikan asal Kanada ini. RIM memang menghadapi situasi yang sulit. Inovasinya dalam mencipta ponsel dengan kemampuan tablet tidak bertahan lama setelah ditiru dan dikembangkan dengan lebih canggih oleh para kompetitornya. Jelas bahwa menjadi yang pertama saja tidak cukup tanpa inovasi berkelanjutan yang tentu menghabiskan dana riset yang tidak sedikit. Melalui BlackBerry 9900 Bold RIM berupaya kuat mengembalikan predikatnya sebagai perusahaan pertama yang mengembangkan ponsel berkemampuan tablet.

Kasus RIM sebenarnya cukup menarik, pada satu sisi RIM mencoba menempatkan dirinya pada peta kompetisi yang tidak berdarah-darah (blue ocean) dengan menggabungkan dua fungsi gadget (ponsel dan tablet) yang sebelumnya terpisah dan tidak dianggap relevan satu sama lain. Strategi yang cukup berhasil dilakukan oleh Cirque de soleil yang mengkombinasikan antara pertunjukan theater ala Broadway dengan sirkus tradisional. Jika Cirque de soleil terbilang sukses ternyata tidak demikian halnya dengan RIM.

Meski sempat sesaat merajai ceruk yang baru diciptakannya namun rupa-rupanya hanya butuh waktu singkat bagi para kompetitor yang notabene lebih kuat dalam pengalaman maupun sumber daya untuk ikut bermain di ceruk baru tersebut. Sehingga ceruk pasar (niche market) yang semula merupakan samudera biru dalam waktu singkat berubah menjadi samudera merah dengan persaingan berdarah-darah. Jangankan RIM, perusahaan raksasa seperti Intel pun babak belur ketika mencoba masuk ke ceruk pasar ini.

Meski sedemikian besar upaya RIM untuk mengembalikan posisinya sebagai pabrikan yang kompetitif namun BlackBerry 9900 Bold tak lepas dari kritikan. Kritikan pertama adalah berkenaan dengan dimensinya; 115 x 66 x 10.5 mm dan berat sekitar 120 gram yang dianggap tidak nyaman di dalam saku. Kritikan lain adalah mengenai sistem operasinya yang masih dinilai tidak cukup kompetitif dibandingkan Android.

Secara umum, RIM melakukan upaya yang luar biasa lewat BlackBerry 9900 Bold. Rupa-rupanya kritik habis-habisan yang diterima pihak RIM dan kekalahan mereka dalam memenangi persepsi pelanggan sebagai inovator selama ini cukup menyakitkan hati pabrikan asal Kanada ini hingga mereka merasa perlu untuk menjawabnya.

Kabarnya BB Bold 9900 dan 9930 akan resmi beredar di Indonesia pada bulan September 2011 dengan harga Rp 6 jutaan. Bagi para pecinta BlackBerry yang sudah tidak sabar untuk memiliki BlackBerry 9900 Bold bisa memperoleh dengan harga non resmi yang tentu lebih mahal yaitu sekitar Rp 7 jutaan.