Presentasi (bagian 1): berani bermain A.P.I

presentasiPresentasi merupakan suatu hal yang penting dan tidak terelakkan dalam pekerjaan saya setiap hari. Oleh karenanya saya selalu tertarik untuk belajar dan berlatih presentasi. Dalam peresntasi mengandung hubungan dua arah, ayitu hubungan antara presentator dan audience (pendengar). Menurut saya sebaik apapun substansi dari suatu materi saya persiapkan, namun jika saya tidak dapat menyampaikannya dengan baik maka besar kemungkinan materi tersebut tidak dapat diterima dengan baik.

Dalam tulisan kali ini saya ingin menuliskan secara singkat beberapa hal yang telah saya baca terkait dengan presentasi.

Presentasi merupakan bagian dari Komunikasi

Dewasa ini presentasi semakin dianggap penting. Presentasi atau dalam bahasa Inggris presentation adalah suatu tindakan yang menjelaskan suatu topik kepada audience atau pendengar. Sedangkan komunikasi sendiri merupakan proses penyampaian informasi dari satu pihak kepada pihak yang lain. Penyampaian dalam komunikasi dapat melalui berbagai macam cara, anatara lain kode, sinyal, gambar, logo, suara, gerakan, dan lain-lain. Tujuan dari komunikasi pada dasarnya dalah membuat orang yang diajak berkomunikasi memiliki pemahaman yang sama. Hal ini dapat dimengerti dari asal kata komunikasi dalam bahasa latin yaitu communis yang berarti sama.

Dengan demikian secara sederhana dapat dikatakan bahwa presentasi merupakan bagian dari komunikasi. Presentasi merupakan salah satu cara berkomunikasi. Melalui presentasi kita menyampaikan suatu topik untuk membuat orang lain (pendengar) mengerti atau tertarik atau setuju dengan apa yang menjadi pemikiran kita. Presentasi adalah komunikasi yang dilakukan secara lisan.

Presentasi harus memiliki paduan antara Aura, Passion, dan Isi

Presentasi sudah menjadi topik sekian juta tulisan di internet. Saya mencoba mengetik kata presentation di mesin pencari google, dan tertulis hasil pencarian yang dianggap relevan dengan kaya tersebut ada sekitar 427,000,000. Kemudian saya mencoba mengetik kata presentasi dan ada sekitar 10,600,000 hasil yang ditemukan. Jika mencoba lebih spesifik, dengan mengetik teknik presentasi ditemukan sekitar 2,790,000 hasil. Dengan demikian jika ingin belajar secara online mengenai presentasi, ada lebih dari cukup sumber yang dapat digunakan untuk belajar.

Saya tidak hendak menulis berbagai teknik yang dapat dibaca secara online. Berikut ini saya akan mencoba meringkasnya dengan cara yang bagi saya mudah diingat, dipahami, dan dapat dipraktekkan. Saya meringkas teknik presentasi dalam akronim API kependekan dari Aura, Passion, dan Isi. Sebuah presentasi yang baik harus memiliki API. Berikut penjelasan ingkat dari ketiga hal ini:

a. Aura
Istilah aura saya pakai untuk menggambarkan pancaran dari pembawaan seorang presentator. Jika diperhatikan, sesungguhnya emosi audience (pendengar) sangat mudah terbawa dari emosi seorang presentator. Hal ini kemudian akan mempengaruhi suasana yang terbangun dalam presentasi tersebut.

Terkait dengan hal ini adalah adanya rasa percaya diri pada seorang presentator. Ada atau tidak ada rasa percaya diri pada diri seorang presentator akan dapat dirasakan oleh pendengarnya. Bahkan hal ini akan nampak dari sikap dan gerak-gerik seorang presentator. Kepercayaan diri akan berdampak pada bahasa tubuh dan nada bicara seorang presentator. Padahal bahasa tubuh dan nada bicara merupakan dua hal yang paling ditangkap oleh audience saat seseorang presentasi.

Agar presentator dapat memancarkan aura yang positif, diperlukan adanya kenyamanan dengan diri sendiri. Oleh karenanya penting bagi seorang presentator untuk menemukan gayanya sendiri dalam presentasi, dan menjadi dirinya sendiri.

Pancaran kepercayaan diri juga akan membuat seorang presentator mampu menjalin relasi secara baik dengan pendengarnya. Sehingga sebuah presentasi akan nampak sebagai hubungan dua arah antara presentator dan audience.

b. Passion
Kata passion jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti gairah. Sebuah presentasi akan berlangsung dengan baik apabila seorang presentator menyampaikan materinya dengan bergairah. Adanya passion membuat materi yang disampaikan menjadi menarik karena disampaikan dengan penuh antusias dan semangat. Passion yang dimiliki seorang presentator akan menular kepada pendengarnya sehingga pendengarnya menjadi tertarik mendengarkan.

Passion mengenai apa yang disampaikan hanya akan muncul jika memang seorang presentator tertarik pada topik atau materi yang ia bawakan. Penting untuk dipahami bahwa hal ini bukan suatu kepura-puraan belaka. Oleh karenanya sebelum presentasi dilakukan penting untuk membangun ketertarikan pribadi terhadap apa yang akan disampaikan.

c. Isi
Bagian terakhir dari akronim API adalah isi. Isi yang saya maksudkan disini adalah susunan sebuah presentasi. Pada dasarnya presentasi terdiri dari tiga bagian yaitu bagian pembukaan, bagian inti, dan bagian penutup. Ketiga bagian ini memilki arti pentingnya sendiri sehingga masing-masing harus mendapatkan perhatian.

Bagian pembukaan merupakan pintu masuk sebuah presentasi. Penting bagi presentator untuk mengarahkan perhatian pendengarnya, sehingga pada bagian awal perlu disampaikan sekilas mengenai apa yang akan dibicarakan dan apa arti penting dari apa yang dibicarakan tersebut.

Bagian kedua merupakan inti dari apa yang disampaikan. Perlu mendapatkan perhatian bahwa pada bagian inti, sebuah presentasi harus tetap diusahakan untuk dibuat sederhana. Sesuatu yang rumit akan susah diingat oleh otak. Untuk dapat menyampaikan bagian inti dengan baik, maka mempelajari materi sebelumnya sebaik-baiknya mutlak diperlukan. Penguasaan materi merupakan suatu keharusan bagi presentator.

Agar bagian inti dapat tersampaikan dengan baik, presentator dapat mengusahakan cara penyampaian yang membuat semua bagian otak manusia bekerja (audio, visual, dan kinestetik). Ini juga akan membuat audience mudah mengingat inti dari topik presentasi.

Bagian ketiga adalah bagian penutup. Kata-kata penutup akan menjadi kata-kata terakhir yang didengar oleh audience dalam rangkaian presentasi. Oleh karenanya bagian ini bukan bagian yang pantas diabaikan, justru pada bagian ini perlu dipikirkan kata-kata yang tajam dan bermakna yang merupakan kesimpulan, rekomendasi, atau saran.

Presentasi sesungguhnya merupakan paduan dari permainan API, aura passion dan isi. Paduan yang serasi antara ketiga hal tersebut akan membuat presentasi dapat dilakukan dengan baik. Pada tulisan selanjutnya saya akan mencoba membagi mengenai hal-hal teknis untuk dapat bermain API. (Indirani)

  Copyright protected by Digiprove © 2011