Menggunakan Strategi Berbeda, Kindle Fire Berpotensi Sukses di Pasar

Pasar Tablet PC hingga saat ini masih dikuasai oleh Apple yang mencatatkan penjualan iPad hampir 30 juta unit hingga hari ini. Meski Samsung dengan Galaxy Tab-nya diyakini mampu mengimbangi namun pada faktanya hingga saat ini posisi Samsung di pasar Tablet PC tak jauh beda dibanding RIM, HP dan pabrikan lain.

Jelas bahwa selama bertahun-tahun posisi Apple tak tergoyahkan, Tapi mengapa kemudian Amazon ‘nekat’ merevisi Kindle-nya hingga harus berkompetisi di pasar ini? Jika Samsung dan RIM saja gagal bahkan HP harus pamit mundur beberapa waktu lalu apakah Amazon bakal menuai sukses dengan Kindle Fire?

Kindle Fire

Banyak pengamat meyakini Amazon Kindle Fire akan sukses di pasar sebab menerapkan strategi yang berbeda dari Samsung, HP maupun RIM. Berikut adalah alasan mengapa Kindle Fire akan sukses:

Pertama, CEO Amazon, Jeff Bezoz dalam peluncuran Kindle Fire dan Kindle Touch menegaskan posisi Kindle Fire bukan sebagai sebuah gadget melainkan media layanan yang diberikan oleh Amazon. Kindle Fire diposisikan sebagai sebuah media yang diperuntukkan untuk menjual maupun membeli e-book, musik, film dan sebagainya.

Positioning ini jelas berbeda dengan iPad yang jelas-jelas memosisikan diri sebagai gadget. Dan perlu dipahami bahwa iPad adalah produk andalan Apple yang hingga saat ini bisa dibilang sebagai sumber pendapatan utama Apple. Apple yang membuka ceruk pasar di Tablet PC, Apple juga yang sudah memenangi persepsi positif di mata pengguna tablet.

Karena itu tak heran jika kompetitor seperti Samsung, HP dan RIM yang mengambil positioning sama seketika pula digempur habis-habisan oleh Apple. Bukan semata-mata karena Apple tak mau sumber pendapatan utamanya diganggu namun juga pengguna melihat bahwa merk lain hanya sekedar alternatif dari iPad.

Sama halnya konsumen melihat bahwa coke adalah Coca Cola, demikian juga konsumen melihat bahwa Tablet PC adalah iPad.

Harga satu unit Kindle Fire yang relatif terjangkau yaitu ‘hanya’ $199 mendukung positioning Kindle sebagai sebuah media layanan dan bukan gadget. Bandingkan dengan harga satu unit iPad 2 yang mencapai $ 499.

Kedua, Amazon menunjukkan ‘kolaborasi’ dengan penyedia layanan lainnya seperti Adobe dan Google yang memberikan manfaat bagi pengguna terutama dalam hal fleksibilitas dan aksesibilitas.

Ketiga, meski tidak secara terang-terangan namun banyak penyedia layanan konten yang berharap bahwa Kindle Fire akan mampu mengimbangi iPad yang tentu akan meningkatkan posisi tawar pada penyedia layanan konten ini ke Apple jika memang hal kondisi tersebut tercapai.

Keempat, meski sebelumnya bermain di ceruk pasar yang berbeda namun Kindle juga memiliki kekuatan merk yang hampir setara dengan iPad. Kondisi demikian adalah modal penting bagi Amazon sebab berarti Kindle juga sudah cukup mendunia, dikenal dan diterima dengan baik oleh pasar.

Kelima, dalam survei oleh Wall Street Journal yang melibatkan 12.000 orang responden ditemukan bahwa 64% responden berencana membeli Kindle Fire. Kenyataan di lapangan, Kindle Fire sudah terjual sebanyak 95.000 unit pada hari pertama diluncurkan yang artinya hampir sepertiga rekor yang dibukukan oleh penjualan iPad di hari pertamanya dan jauh lebih besar ketimbang catatan penjualan Samsung, HP lebih-lebih RIM di hari pertamanya.

Keenam, baik Apple maupun Amazon keduanya memiliki reputasi positif dalam hal pelayanan konsumen. Jeff Bezoz adalah salah satu CEO yang dianggap memiliki kepekaan tinggi terhadap keinginan dan perubahan tuntutan konsumen jauh sebelum perubahan itu terjadi.

Ketujuh, kepergian Steve Jobs disatu sisi adalah kehilangan Apple namun disisi lain adalah kesempatan bagi para kompetitor untuk menutup gap antara mereka dengan Apple. Dan Amazon dengan Kindle Fire-nya adalah kompetitor yang paling diperhitungkan di antara kompetitor lain.

Tim Cook, CEO baru Apple memang adalah profesional yang matang pengalaman dan kompeten dibidangnya. Namun demikian harus diakui bahwa sulit mendapatkan seorang pemimpin visioner seperti Jobs. Inovasi Apple selama ini adalah ide-ide dan visi dari Steve Jobs. Bukan tidak mungkin kepergiannya akan menyebabkan kemandekan inovasi di tubuh Apple.

Delapan. Meski sekilas Tablet PC bukanlah bidang yang dikuasai oleh Amazon namun jika ditelaah lebih dalam ada kesinambungan yang kuat dan saling mendukung antara core business Amazon dengan Kindle Fire.

Sembilan, Kindle Fire adalah media yang hendak digunakan Amazon sebagai pendongkrak bisnis video streaming-nya. Banyak pengamat yang meyakini bahwa video streaming Amazon bakal meledak dan sukses di pasar, artinya Kindle Fire juga akan mendapat imbasnya.

Sepuluh, kombinasi antara perkembangan sistem operasi Android yang begitu pesat ditambah jaringan pemasaran dan penjualan Amazon yang menggurita akan menjadi daya tarik bagi para developer.

Dengan semakin banyaknya aplikasi untuk Kindle Fire bukan tidak mungkin pengguna akan mulai melirik Kindle Fire dan meninggalkan iPad.

Memang benar bahwa Apple bukan perusahaan yang mudah ditekuk dan tak bisa diremehkan. Bagaimanapun Amazon memiliki sumber daya yang berpotensi menjadi pesaing berat bagi Apple. (Satrio)