Saatnya Mengubah Struktur Organisasi

Bagi karyawan atau anggota organisasi mungkin salah satu kondisi yang paling tidak menyenangkan adalah manakala manajemen memutuskan untuk menerapkan desain struktur organisasi yang baru.

Dalam organisasi manapun, kondisi ini seringkali dirasa tidak nyaman oleh para anggotanya. Bahkan tidak jarang mendapat tentangan baik ketika masih dalam proses perencanaan, sosialisasi maupun implementasi.

Dari sudut pandang karyawan umumnya manajemen dianggap mencari-cari alasan sekedar untuk mendukung tindakannya dalam mengubah struktur organisasi. Hingga beberapa waktu ke depan proses ini akan menjadi topik yang dikeluhkan atau bahkan dicerca di sela-sela makan siang dan jam istirahat.

Karyawan dalam sudut pandangnya boleh saja perpendapat demikian. Namun pihak manajemen yang harus melihat organisasi dalam gambaran secara utuh dan bukan hanya parsial seperti halnya karyawan. Manajemen harus memandang bahwa perubahan struktur organisasi harus dilakukan bahkan jika perlu secara periodik.

Struktur Organisasi

Sebab seiring berjalannya waktu ketika karyawan mulai merasa nyaman dengan keadaan (struktur) yang ada, mereka cenderung melakukan segala sesuatu secara berkelompok.

Mereka hanya berkomunikasi dalam kelompoknya, dan kurang menjalin komunikasi dengan departemen lain. Pola pikir dan cara pandangnya pun cenderung yang berpusat pada kelompoknya itu.

Kondisi nyaman semacam ini tentu baik dalam sudut pandang karyawan. Namun bagi organisasi, kondisi ini justru tidak sehat.

Karyawan akan cenderung memiliki cara pandang sempit, kehilangan interaksi- tukar pikiran dengan kelompok/departemen lain yang pada akhirnya menghambat kemampuan organisasi secara keseluruhan untuk melakukan inovasi dan menangkap peluang-peluang baru.

Jika organisasi yang Anda pimpin berada dalam kondisi demikian, maka inilah saatnya mendesain struktur organisasi yang baru.

Pisahkan departemen/unit/orang yang selama ini berada dalam satu kelompok. Bagilah berdasarkan fungsi, produk atau apapun itu selama masih relevan dan masuk akal.

Sudah pasti bahwa dalam proses ini seorang pemimpin akan banyak ditentang dan dicerca. Alasannya jelas karena orang-orang di dalam organisasi ini kehilangan ‘zona nyaman’ yang selama ini telah dinikmatinya.

Mula-mula mereka juga masih akan tetap berkelompok secara non formal dengan ‘kelompok lamanya’. Namun perlahan manakala mereka siap untuk bekerja sama dengan ‘kelompok baru’-nya, organisasi akan menerima manfaat dalam hal inovasi dan produktivitas.

Dan ketika mereka sudah merasa nyaman kembali dengan ‘kelompoknya yang baru’, itulah saatnya struktur organisasi kembali diubah. (sa3o)