Asus PadFone: Memperkokoh Citra Asus dalam Mencipta Ceruk Pasar

Sejak merambah ke pasar mobile computing Asus terus menerus menciptakan ceruk pasarnya sendiri, hal itu setidaknya tampak pada produk Asus Eee Pad Transformer dan Asus Tranformer Prime yang mengkombinasikan antara tablet dan netbook.

Baru-baru ini di ajang Mobile World Congress 2012 lagi-lagi Asus menegaskan kejeliannya itu. Alih-alih masuk ke pasar smartphone yang berdarah-darah dimana terbukti banyak perusahaan besar seperti Intel dan HP harus rela mengibarkan bendera putih, Asus justru menciptakan ceruk pasarnya sendiri.

Pada gelaran MWC 2012 di Barcelona pabrikan asal Taiwan yang sedang naik daun ini memperkenalkan Asus PadFone yang merupakan kombinasi dari smartphone dan tablet.

Asus PadFone

Asus secara jeli melihat bahwa belakangan ini banyak orang yang direpotkan dengan banyaknya gadget yang wajib dibawa seperti smartphone, tablet dan netbook. Karenanya Asus PadFone adalah solusi yang menawarkan kombinasi dari semua kategori produk tersebut.

Asus Smartphone: Otak dari Asus PadFone

Otak dari Asus PadFone tak lain adalah smartphone yang memiliki layar tipe super AMOLED berukuran 4.3-inch.

Smartphone ini ditanami prosesor Qualcomm Snapdragon S4 8260A Dual-Core dengan kecepatan 1.5 GHz dan sistem operasi Android 4.0. Karena menggunakan sistem operasi yang sama dengan Samsung Galaxy Nexus, maka tampilan antarmuka keduanya pun tak terlalu jauh berbeda.

Masuk ke pasar smartphone yang sudah tergolong Red Ocean (Chan Kim & Mauborgne, 2005) memang sangat beresiko bagi Asus, namun melalui PadFone Asus bisa dengan mulus menciptakan Blue Ocean-nya sendiri sekaligus masuk ke pasar smartphone sebagai produk yang diperhitungkan oleh konsumen.

Konsep Asus PadFone

Sampai disini mungkin Anda masih bertanya-tanya produk seperti apa sebenarnya Asus PadFone ini?

Kembali ke event CES 2012 Las Vegas pada awal 2012 lalu, Asus sudah memperkenalkan prototipe dari PadFone. Konsepnya adalah smartphone yang ketika dipasangkan dengan sebuah device menyerupai tablet akan berubah fungsi menjadi tablet.

Prototipe tersebut kini telah disempurnakan, dan unit yang dipamerkan pada MWC 2012 adalah contoh dari produk yang sudah siap dipasarkan beberapa minggu kedepan.

Smartphone Asus dengan spesifikasi yang telah disebut di atas dijual satu paket dengan sebuah tablet sleeve berukuran 273 x 176.9 x 13.6 mm dan memiliki “ruang” di bagian belakang sebagai tempat “persembunyian” bagi smartphone.

Ketika smartphone masuk ke “ruang persembunyian” di balik tablet sleeve maka tampilan layar smartphone akan dipindahkan pada layar berukuran 10.1 inch pada sleeve.

Asus PadFone

Selanjutnya sleeve berfungsi sebagaimana layaknya tablet PC. Proses transisi antar layar berlangsung secara otomatis ketika kedua device tersebut disatukan. Bahkan jika proses tersebut berlangsung ketika sebuah aplikasi sedang berjalan, aplikasi tersebut akan “mengingat” posisi terakhir sebelum transisi berlangsung. Sehingga setelah proses transisi selesai pengguna tidak perlu memulai aplikasi dari awal.

Contoh sederhana: ketika Anda memutar film pada smartphone kemudian merasa ukuran layar terlalu kecil dan ingin menggunakan layar 10-inch pada sleeve film tersebut akan berhenti tepat pada timing proses transisi dilakukan. Dan ketika proses transisi selesai Anda bisa melanjutkan film pada bagian dimana Anda tadi berhenti, tanpa perlu mengulangi film tersebut dari awal.

Teknologi yang memungkinkan proses ini telah dipatenkan oleh Asus dengan nama DynamicDisplay.

Sejatinya Asus PadFone adalah combo device yang menggabungkan fungsi smartphone dengan tablet. Namun bagi Asus tampaknya kombinasi itu saja belum memuaskan.

Berbekal pengalaman dan kesuksesan Asus dengan seri Eee Pad Transformer, Asus juga menyediakan add-on keyboard untuk PadFone. Hasilnya ketika tablet PadFone disatukan dengan add-on keyboard terciptalah sebuah netbook dengan sistem operasi Android.

Dengan demikian Asus PadFone bukan lagi sekedar combo device namun juga 3 in 1 device: smartphone, tablet dan netbook sekaligus!

Kabar buruk bagi Anda yang sudah memiliki Asus Eee Pad Transformer baik generasi pertama maupun generasi kedua (Asus Tranformer Prime), add on keyboard Anda tidak bisa digunakan pada PadFone. Asus beralasan bahwa perbedaan distribusi berat Asus PadFone dan Asus Transformer lah yang menyebabkan keyboard PadFone berbeda dari Transformer.

Keyboard Asus PadFone sendiri diperlengkapi dengan baterai, port charger, 2x USB dan 1x microSD slot.

Asus PadFone

Asus PadFone: Kesimpulan

Asus sekali lagi membuktikan kecerdikannya dalam menciptakan ceruk pasar yang bebas kompetisi dan masuk ke samudera merah pada saat yang bersamaan.

Meski dibanding tablet lain dimensi Asus PadFone terbilang besar namun penggabungan dua fungsi plus satu fungsi lain (dengan aksesori opsional) membuatnya layak dipertimbangkan bagi Anda yang selama ini harus repot menenteng tiga jenis gadget secara terpisah.

Asus memang belum menyebut harga produk terbarunya ini, namun saat dilepas di pasaran pada bulan April 2012 mendatang dipastikan harganya tak lebih mahal dibanding membeli sebuah smartphone plus sebuah tablet.